Tanjung Jabung Timur, oegopost.id – Tabrakan tongkang Muara Sabak kembali terjadi di Jembatan Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sabtu (23/5) siang. Sebuah tongkang batu bara menghantam fender pelindung jembatan hingga tiga tiang pengaman hilang dan beberapa bagian lainnya rusak.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.36 WIB saat kapal melintas di bawah jembatan. Benturan keras langsung merusak bagian pengaman yang berada di sisi jalur pelayaran.
Kapal yang terlibat yakni tugboat TB MBP 2022 yang menarik tongkang BG United Jaya 3062. Kapal tersebut berangkat dari Jambi menuju Lontar, Merak, Banten sambil membawa muatan batu bara.
Saat melintas di bawah jembatan, mesin induk tugboat diduga mengalami gangguan. Awak kapal kesulitan mengendalikan arah tongkang hingga badan kapal bergerak ke sisi jembatan dan menghantam fender pelindung.
Benturan itu membuat tiga tiang pengaman hilang. Beberapa bagian skor fender juga mengalami kerusakan cukup parah.
Dishub Langsung Tahan Kapal
Kepala Dinas Perhubungan Tanjung Jabung Timur, H. Taufik Hidayat, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan warga.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Muara Sabak setelah menerima informasi dari masyarakat,” ujarnya.
Dishub bersama Satpolairud kemudian menghentikan kapal dan menunda keberangkatannya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini kapal masih berlabuh sambil menunggu proses identifikasi. Tim gabungan juga mengecek kondisi jembatan dan mendata kerusakan di lokasi kejadian.
Tim Gabungan Periksa Kerusakan
Dishub Tanjabtim, Satpolairud, dan Dinas PUPR turun langsung ke lapangan untuk memeriksa dampak tabrakan. Petugas memeriksa kondisi fender, tiang pengaman, dan bagian kapal yang mengalami benturan.
“Kami melakukan identifikasi kerusakan pengaman tiang jembatan dan kondisi kapal bersama pihak terkait,” kata Taufik.
Pemerintah daerah juga mulai menghitung kerugian akibat kerusakan tersebut. Tim teknis akan menentukan langkah perbaikan setelah pemeriksaan selesai.
Keselamatan Jalur Sungai Kembali Jadi Sorotan
Insiden ini kembali memicu perhatian soal keselamatan pelayaran di jalur sungai Muara Sabak. Banyak kapal tongkang batu bara rutin melintas di kawasan itu setiap hari.
Warga berharap pemerintah memperketat pengawasan kapal yang melintas di bawah jembatan. Mereka juga meminta operator kapal memastikan kondisi mesin tetap aman sebelum berlayar.
Jika pengawasan lemah, tabrakan serupa berpotensi kembali terjadi dan mengancam infrastruktur penting di daerah tersebut.
Penutup
Pemerintah daerah kini menunggu hasil pemeriksaan gabungan untuk menentukan langkah selanjutnya. Dinas PUPR Tanjabtim akan menangani proses lanjutan karena jembatan tersebut masuk aset pemerintah daerah.
Insiden tongkang batu bara yang menghantam Jembatan Muara Sabak ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran dan pengawasan kapal di jalur sungai padat aktivitas.(ar)









