Jakarta, oegopost.id – Saat harga cabai mengalami kenaikan, banyak petani berupaya mempercepat produksi agar cepat panen.
Namun di lapangan, sebagian petani justru menggunakan pupuk kimia dalam dosis tinggi untuk mengejar pertumbuhan cepat.
Cara ini sering membuat tanaman tampak subur, tetapi tidak selalu menghasilkan buah yang maksimal karena tanaman lebih fokus membentuk batang dan daun.
Dalam kondisi ini, seorang petani bernama Pak Ardana memilih pendekatan berbeda.
Ia mengubah pola budidaya dengan menekankan keseimbangan nutrisi dan kesehatan tanaman sejak awal tanam. Ia menargetkan tanaman yang tidak terlalu tinggi, tetapi cepat berbuah dan stabil dalam produksi.
bangun tanah sehat sebelum tanaman tumbuh
Pak Ardana memulai budidaya dengan memperbaiki kondisi tanah terlebih dahulu. Ia menghindari pemberian pupuk nitrogen tinggi secara berlebihan, terutama setelah pemupukan dasar.
Ia kemudian mengoptimalkan tanah dengan beberapa bahan pendukung, seperti kalsium, asam humat, dan Trichoderma.
Kalsium ia gunakan untuk memperkuat jaringan tanaman dan menjaga buah agar tidak mudah rontok.
Asam humat ia aplikasikan untuk memperbaiki struktur tanah agar akar lebih mudah menyerap unsur hara.
Sementara itu, Trichoderma ia gunakan secara rutin untuk menekan pertumbuhan jamur penyebab penyakit akar.
Dengan perawatan ini, akar tanaman tetap sehat dan aktif sehingga tanaman mampu tumbuh stabil tanpa ketergantungan pada pupuk kimia berlebih.
strategi pemupukan berdasarkan fase pertumbuhan
Pak Ardana membagi pemupukan menjadi dua fase utama, yaitu vegetatif dan generatif.
Pada fase vegetatif, ia mengurangi penggunaan nitrogen agar tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi dan lunak.
Ia lebih banyak memberikan kalsium serta pupuk daun yang mengandung fosfat dan magnesium untuk memperkuat struktur tanaman.
Saat tanaman masuk fase generatif, ia mengalihkan fokus ke kalium, boron, fosfat, dan magnesium.
Kalium membantu pembentukan dan pengisian buah, boron mendukung proses pembungaan, fosfat meningkatkan energi tanaman, dan magnesium menjaga proses fotosintesis tetap optimal.
Setelah panen, ia kembali menyemprotkan nutrisi agar tanaman cepat pulih dan bisa menghasilkan bunga baru.
pengendalian pertumbuhan untuk fokus buah
Untuk menjaga tanaman tetap produktif, Pak Ardana mengendalikan tinggi tanaman menggunakan fungisida golongan azol.
Selain mengendalikan jamur, bahan ini juga membantu memperlambat pertumbuhan batang sehingga tanaman lebih pendek dan kokoh.
Ia juga menambahkan Kover WP dalam setiap penyemprotan untuk mengurangi risiko serangan jamur pada daun, terutama saat kondisi cuaca lembap.
strategi percepatan panen saat harga menguntungkan
Saat harga cabai naik, Pak Ardana meningkatkan dosis pupuk kalium dan boron menjelang panen.
Ia menggunakan produk berbasis kalium-boron dan menyemprotkan sekitar dua kali pada fase akhir pertumbuhan.
Langkah ini membantu mempercepat pemasakan buah, meningkatkan warna merah cabai, serta membuat buah lebih padat dan berat.
Selain itu, kombinasi nutrisi tersebut juga memperkuat kulit buah sehingga cabai lebih tahan lama saat distribusi.
Namun ia menegaskan bahwa strategi ini hanya efektif jika tanaman dalam kondisi sehat sejak awal.
Jika tanaman mengalami stres atau akar lemah, pemaksaan pemasakan buah justru bisa menurunkan kualitas hasil panen.(ar)









