Jakarta, oegopost.id – Program internet gratis Kampung Internet mulai mengubah kehidupan warga desa yang sebelumnya kesulitan mengakses jaringan digital. Kini, masyarakat bisa memanfaatkan internet untuk bekerja, berjualan, hingga menghasilkan pendapatan dari rumah.
Ia biasanya mencari lokasi dengan sinyal lebih kuat di perbatasan Desa Jeruk Manis dan Kembang Kuning. Kondisi tersebut membuat aktivitas digitalnya tidak efisien dan menyita waktu.
Kini, Nasrullah tidak lagi menghadapi kendala tersebut. Ia dapat mengunggah video langsung dari rumah hanya dalam hitungan detik berkat hadirnya akses internet gratis di desanya.
Program Kampung Internet Buka Peluang Baru
Perubahan besar itu terjadi setelah Nasrullah menerima manfaat dari program Kampung Internet yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital. Program ini menyediakan jaringan internet gratis bagi warga desa yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan digital.
Dengan koneksi yang stabil, Nasrullah mulai menekuni dunia afiliasi. Ia mempromosikan produk melalui platform digital dan memperoleh komisi dari setiap penjualan. Ia bahkan mampu mengunggah hingga 10 video per hari di TikTok.
Dari Pekerja Serabutan Menjadi Afiliator
Sebelum menekuni dunia digital, Nasrullah sempat bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia selama tiga tahun. Setelah kembali ke Indonesia pada 2021, ia menjalani berbagai pekerjaan serabutan, seperti bekerja di sawah dan restoran.
Rasa penasaran terhadap peluang penghasilan dari internet mendorongnya untuk belajar secara mandiri. Ia memanfaatkan berbagai sumber online untuk memahami cara kerja program afiliasi.
Usahanya mulai membuahkan hasil. Dari satu akun TikTok, ia bisa menghasilkan sekitar Rp200 ribu per hari. Dengan dua akun yang dikelola, pendapatannya dapat mencapai sekitar Rp6 juta per bulan. Ia juga mulai menerima berbagai produk gratis dari penjual untuk dipromosikan.
Internet Dorong UMKM Naik Kelas
Selain membantu Nasrullah, program internet gratis juga memberikan dampak besar bagi pelaku usaha di desa lain. Isnawati Kamariah, pelaku UMKM di Desa Setanggor, memanfaatkan internet untuk memasarkan sembako dan buah-buahan.
Ia aktif mempromosikan produknya melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Strategi tersebut membuat jangkauan pasarnya semakin luas tanpa biaya tambahan.
Sebelumnya, Isnawati harus mengeluarkan biaya hingga Rp250 ribu per bulan untuk membeli paket data. Kini, ia bisa menghemat pengeluaran sekaligus meningkatkan penjualan.
Omzet Meningkat Berkat Promosi Digital
Isnawati merasakan lonjakan penjualan setelah memanfaatkan internet secara maksimal. Ia bahkan mampu meraih omzet hingga Rp20 juta per hari saat Ramadan dan Lebaran.
Ia juga rutin melakukan siaran langsung untuk menarik pembeli. Menurutnya, koneksi Wi-Fi dari program Kampung Internet lebih stabil dibandingkan data seluler, sehingga siaran langsung berjalan lancar tanpa gangguan.
Dukungan Desa dan Pemerintah
Kepala Desa Jeruk Manis, Nasipudin, menyatakan bahwa wilayahnya sebelumnya memiliki keterbatasan jaringan telekomunikasi. Kehadiran program Kampung Internet membantu warga dan pemerintah desa meningkatkan aktivitas ekonomi dan layanan publik.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 70 titik internet telah terpasang dan dimanfaatkan oleh berbagai pelaku usaha, termasuk UMKM dan pemilik homestay.
Target Perluasan Akses Internet Nasional
Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Komdigi, Mulyadi, menegaskan bahwa program Kampung Internet menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses broadband di seluruh Indonesia.
Pada 2025, pemerintah telah menghadirkan akses internet di lebih dari 1.200 titik yang tersebar di puluhan desa. Pemerintah menargetkan 90 persen wilayah kecamatan dapat menikmati layanan broadband pada 2029.
Ia menambahkan bahwa bantuan internet gratis ini bersifat sementara, yaitu selama 6 bulan hingga 1 tahun. Setelah itu, masyarakat diharapkan dapat melanjutkan langganan secara mandiri karena telah merasakan manfaat ekonominya. Keberadaan internet gratis Kampung Internet tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi digital di desa-desa.***









