27 Desa di Batang Hari Belum Teraliri Listrik, Ini Dampaknya bagi Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

27 Desa di Batang Hari Belum Teraliri Listrik, Ini Dampaknya bagi Warga (Poto : diskominfo)

27 Desa di Batang Hari Belum Teraliri Listrik, Ini Dampaknya bagi Warga (Poto : diskominfo)

Batang Hari, oegopost.id – Kabupaten Batang Hari mencatat sebanyak 27 desa di wilayahnya hingga saat ini belum menikmati layanan listrik dari PLN. Kondisi ini tersebar di delapan kecamatan dan memengaruhi sekitar 3.848 kepala keluarga. Pemerintah daerah terus memetakan wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik untuk mempercepat pemerataan energi di daerah tersebut.

Warga di desa-desa itu masih menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dukungan listrik permanen. Mereka mengandalkan penerangan tradisional dan sumber listrik terbatas untuk kebutuhan penting, terutama pada malam hari.

Medan Sulit dan Jarak Jauh Jadi Kendala Utama

Dalam penjelasannya Pemerintah daerah menjelaskan bahwa kondisi geografis menjadi tantangan terbesar dalam memperluas jaringan listrik. Banyak desa berada di wilayah terpencil, memiliki akses jalan yang sulit, serta berjarak cukup jauh dari jaringan induk PLN.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bungo Lantik 37 Pejabat, Perkuat Birokrasi dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Petugas di lapangan juga menghadapi hambatan saat melakukan survei dan pembangunan infrastruktur listrik. Mereka harus menyesuaikan kondisi alam, termasuk medan hutan, sungai, dan perbukitan yang menghambat proses pemasangan tiang dan kabel listrik.

Warga Masih Bergantung pada Lampu Minyak dan Genset

Karena belum tersambung listrik PLN, warga di 27 desa tersebut masih menggunakan lampu minyak sebagai sumber penerangan utama pada malam hari. Sebagian warga juga memanfaatkan genset, namun mereka hanya menggunakannya pada waktu tertentu karena keterbatasan bahan bakar dan biaya operasional yang tinggi.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat berjalan tidak optimal. Anak-anak kesulitan belajar pada malam hari, sementara pelaku usaha kecil tidak bisa mengembangkan kegiatan ekonomi secara maksimal. Selain itu, layanan kesehatan di tingkat desa juga mengalami keterbatasan dalam penggunaan alat medis berbasis listrik.

Baca Juga :  Jalan Jalur Tiga Bangko Rusak Parah, Warga Keluhkan Kecelakaan Berulang

Dorong Percepatan Program Listrik Masuk Desa

Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik di desa-desa yang belum teraliri. Pemerintah daerah juga mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat melalui berbagai jalur, termasuk aspirasi anggota DPR RI.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong program listrik masuk desa agar seluruh masyarakat dapat segera menikmati akses energi yang layak. Mereka menargetkan pemerataan listrik dapat meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi desa di Batang Hari yang hidup dalam kegelapan dalam beberapa tahun ke depan.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petugas Gabungan Bagikan Masker Antisiapsi Kabut Asap di Bungo
Dishub Bungo Evaluasi Juru Parkir yang Menunggak Setoran di Muara Bungo
Bupati Merangin Apresiasi Komitmen Warga Durian Rambun Menjaga Hutan Adat
UNJA Dorong Kebijakan Kelurahan Sehat Maslahat Tahtul Yaman
Wagub Jambi dan Wamen LH Cek Penanganan Karhutla Tanjung Jabung Timur
MTsN 1 Kota Sungai Penuh Dominasi Juara KOMPAS Jenjang MTs
Pelantikan Pejabat Kemenkum Jambi Perkuat Akuntabilitas Keuangan Organisasi
Kemenag Resmi Tutup Perhelatan KOMPAS Sungai Penuh 2026
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:48 WIB

Petugas Gabungan Bagikan Masker Antisiapsi Kabut Asap di Bungo

Minggu, 6 September 2026 - 16:44 WIB

Dishub Bungo Evaluasi Juru Parkir yang Menunggak Setoran di Muara Bungo

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Bupati Merangin Apresiasi Komitmen Warga Durian Rambun Menjaga Hutan Adat

Sabtu, 5 September 2026 - 12:11 WIB

Wagub Jambi dan Wamen LH Cek Penanganan Karhutla Tanjung Jabung Timur

Sabtu, 5 September 2026 - 12:02 WIB

MTsN 1 Kota Sungai Penuh Dominasi Juara KOMPAS Jenjang MTs

Berita Terbaru

Ratusan warga mengikuti Salat Istisqa di tengah kabut asap dan kemarau di Kumpeh Ulu, Muaro Jambi.(poto: jambiprima.com).

Islami

Warga Muaro Jambi Gelar Salat Istisqa Minta Hujan

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:35 WIB