Kerinci, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Kerinci memperkuat strategi peningkatan daya saing komoditas kulit kayu manis Kerinci di pasar global. Langkah nyata ini berjalan melalui penjajakan kerja sama langsung bersama calon pembeli potensial asal benua Eropa.
Bupati Kerinci Monadi menyambut langsung delegasi pembeli asal Belanda, Jerman, dan Swedia di PTPN IV Kayu Aro pada Jumat. Pertemuan strategis tersebut membahas potensi kerja sama perdagangan langsung guna menyerap hasil panen perkebunan rakyat.
Monadi menegaskan komitmen daerah dalam mengawal mutu komoditas unggulan perkebunan ini agar mampu merajai perdagangan internasional secara konsisten. Pihaknya menghendaki produk perkebunan daerah tampil makin berkualitas tinggi serta mengantongi daya saing harga yang kokoh.
Strategi Pemkab Kerinci Kembangkan Bibit Unggul Kayu Manis
Pemerintah daerah merancang program pembibitan massal demi menjamin keberlanjutan produksi perkebunan rakyat dalam jangka panjang. Monadi menargetkan penyediaan serta pengembangan satu juta bibit pohon kayu manis bermutu tinggi bagi para petani.
Target ambisius penyediaan bibit tersebut harus tuntas dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Pemerintah daerah menerapkan pola kolaborasi intensif lintas sektor untuk mempercepat realisasi target besar perkebunan tersebut di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Kerinci siap menggalang dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jambi. Selain itu, bupati juga berupaya mengajak keterlibatan investor asing yang menaruh minat besar terhadap pasokan komoditas rempah unggulan ini.
Kemitraan strategis bersama para pembeli asal Eropa membuka akses rantai distribusi ekspor yang jauh lebih transparan dan efisien. Pola kemitraan ini diyakini mampu mengangkat posisi tawar petani lokal sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi yang berlipat.
Penguatan mutu bibit, lonjakan volume produksi, dan kepastian serapan pasar luar negeri menjadi pilar utama penyelamatan ekonomi perkebunan. Monadi meyakini kombinasi tiga pilar tersebut sanggup menjamin keberlanjutan usaha tani sekaligus melesatkan taraf kesejahteraan masyarakat.
Langkah Nyata Pemerintah Memperpendek Rantai Pasok Pasar Global
Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi mencatat sebanyak 2.651 petani menggantungkan hidup pada perkebunan kulit kayu manis di wilayah Kerinci. Dari luasan lahan yang tergarap, para petani membukukan rata-rata hasil panen mencapai 2.926 ton per tahun.
Jumlah petani yang cukup besar menuntut kehadiran solusi konkret dari pemerintah daerah ketika harga komoditas pasar sedang anjlok. Petani kerap menempati posisi tawar paling lemah saat gejolak harga komoditas perkebunan global melanda pasar domestik.
Pemerintah daerah mengurai persoalan harga dengan menggenjot standar mutu produk olahan petani di tingkat hulu. Upaya ini berjalan beriringan dengan pemangkasan mata rantai pasok perdagangan yang selama ini membebani margin keuntungan petani.
Kerja sama intensif bersama mitra dagang mancanegara memotong jalur perantara yang terlalu panjang di pasar tradisional. Langkah terpadu ini memberikan jaminan harga yang stabil sekaligus memperluas jangkauan ekspor komoditas rempah Kerinci ke pasar dunia.(ar)









