Jakarta, oegopost.id – Pengembang Rockstar Games resmi membuka sesi prapesan dan mengonfirmasi edisi fisik GTA 6 hanya berisi kode unduhan. Keputusan menjual kemasan hampa cakram ini langsung memicu kekecewaan luas di kalangan komunitas penggemar.
Pemain kini tidak lagi mendapatkan kepingan disc asli di dalam kotak gim berharga jutaan rupiah tersebut. Peritel daring memastikan pembeli hanya memperoleh selembar voucer digital sekali pakai yang otomatis hangus setelah proses klaim.
Langkah ini sontak menuai kebingungan para gamer yang sebelumnya memegang teguh komitmen pimpinan Take-Two Strauss Zelnick. Pasalnya, bos perusahaan induk Rockstar itu sempat menjanjikan kepada media bahwa perusahaannya tidak merencanakan peluncuran format serba digital.
Hilangnya kepingan disc otomatis mematikan hak milik konsumen untuk meminjamkan maupun menjual kembali gim koleksi mereka. Praktik ini kian menggiring pemain ke arah kepemilikan lisensi perangkat lunak yang sepenuhnya tunduk pada kontrol penerbit.
Keputusan Sepihak Rockstar Mengancam Hak Milik Pemain Gim
Aktivis hak konsumen Ross Scott dari gerakan Stop Killing Games melontarkan kritik pedas terhadap fenomena ini. Ia menegaskan sistem kode unduhan memperparah krisis kepercayaan pemain akibat maraknya penutupan peladen daring secara sepihak.
Wakil Pemimpin Redaksi Video Games Chronicle Chris Scullion membaca motif lain di balik langkah kontroversial sang pengembang. Scullion menduga Rockstar sengaja membendung potensi kebocoran data awal sekaligus memaksimalkan margin keuntungan penjualan gim.
Pengerjaan proyek yang berjalan sangat mepet dengan tenggat peluncuran juga menyulitkan proses cetak data ke kepingan fisik. Pabrikan Nintendo sebelumnya sudah menerapkan skema serupa melalui peredaran kartu kunci unduhan pada beberapa katalog gim mereka.
Analis industri Circana Mat Piscatella mencatat penetrasi konsol tanpa penggerak cakram memang terus mendominasi pasar dunia. Lebih dari separuh pengguna Xbox Series dan seperempat pemilik PlayStation 5 kini memakai perangkat digital penuh.
Peritel Independen Kompak Boikot Penjualan Format Kotak Kosong
Sejumlah toko ritel independen di berbagai negara langsung mengambil sikap tegas menolak format kemasan hampa tersebut. Toko Video Games Plus di Toronto dan Lootbox Gaming di Delaware kompak menolak menyetok barang pesanan itu.
Komunitas PNP Games di Winnipeg bahkan menggalang petisi terbuka demi menuntut Take-Two membatalkan kebijakan kode unduhan. Mereka berjuang keras mempertahankan tradisi rilisan fisik di tengah perputaran omzet luar biasa dari sekuel fenomenal ini.
Ketiadaan cakram fisik turut mengancam tradisi kultural antrean tengah malam yang kerap memadati toko-toko gim legendaris. Gamer kini kehilangan sensasi membuka kemasan eksklusif yang biasanya memuat bonus peta lipat serta buku panduan tebal.
Pemain setia berharap Rockstar tetap menyisipkan suvenir fisik bermakna ke dalam kotak gim versi konsol generasi terbaru. Perusahaan menjadwalkan perilisan perdana sekuel laga legendaris ini meluncur serentak di PlayStation 5 serta Xbox Series.(ar)









