Jakarta, oegopost.id – Langkah reshuffle kabinet presiden prabowo resmi bergulir pada Kamis (1/10/2026) dengan menyasar sejumlah jabatan penting di kementerian dan lembaga negara. Kepala negara memilih merotasi tokoh-tokoh lama untuk menempati beragam pos kepemimpinan baru.
Salah satu rotasi paling mencolok terjadi pada pucuk pimpinan Korps Bhayangkara. Presiden memindahkan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari kursi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke posisi Kepala Staf Kepresidenan.
Listyo mengakhiri masa tugasnya memimpin kepolisian setelah menjabat selama lebih dari lima tahun sejak Januari 2021. Kini ia menjalankan fungsi koordinasi dan kebijakan di lingkungan Istana Kepresidenan.
Tongkat komando Kapolri beralih kepada mantan Kepala Badan Narkotika Nasional Suyudi Ario Seto. Suyudi membawa modal rekam jejak pengungkapan ratusan kasus narkoba besar untuk memimpin seluruh korps kepolisian nasional.
Pergeseran pimpinan juga menyentuh pos strategis bidang politik dan keamanan negara. Dudung Abdurachman meninggalkan jabatan Kepala Staf Kepresidenan untuk mengemban amanah baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Rotasi kepemimpinan menteri dan struktur kabinet baru
Sugiono turut mengalihkan fokus tugasnya dari meja diplomasi luar negeri ke urusan kesejahteraan rakyat. Mantan Menteri Luar Negeri ini sekarang menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Posisi Menteri Luar Negeri kini resmi berpindah kepada diplomat karier Arrmanatha Christiawan Nasir. Arrmanatha sebelumnya mendampingi kerja diplomasi kementerian sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Perubahan struktur pemerintahan juga menghadirkan sistem perangkapan jabatan pada sektor hilirisasi energi. Bahlil Lahadalia mengemban tugas Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus tetap memimpin Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Bahlil menjelaskan keputusan integrasi kantor ini karena mayoritas porsi investasi sektor hilirisasi berkaitan erat dengan bidang ESDM. Kebijakan ini menyatukan dua level komando di bawah satu kendali langsung.
Kementerian Keuangan menyambut wajah kepemimpinan baru lewat pelantikan dua pejabat wakil menteri. Luky Alfirman kembali bertugas ke gedung kementerian dengan menduduki kursi Wakil Menteri Keuangan.
Tantangan kinerja pejabat baru demi kepentingan masyarakat luas
Luky sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran sebelum terkena rotasi birokrasi kementerian. Kali ini ia mendampingi pimpinan kementerian bersama ekonom akademisi Nurkholisoh Ibnu Aman.
Sektor industri manufaktur nasional turut mengalami perombakan susunan pimpinan tertinggi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji masuk jajaran eksekutif dengan menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian.
Langkah perombakan ini memperlihatkan dominasi pola penataan ulang para figur yang sudah lama berada di lingkaran kekuasaan. Presiden menaruh kepercayaan pada kemampuan adaptasi para pejabat untuk memimpin unit kerja baru.
Tuntutan birokrasi modern kini menghadapkan para pejabat baru pada hasil kerja konkret di lapangan. Publik menunggu bukti efektivitas rotasi ini dalam menghasilkan kestabilan harga kebutuhan, pembukaan lapangan kerja, dan pelayanan publik berkualitas.(ar)









