Jakarta, oegopost.id – Badan Anggaran DPR RI dan pemerintah resmi menyetujui alokasi subsidi energi APBN 2027 sebesar Rp261,5 triliun. Namun, angka tersebut menyusut Rp11,44 triliun dari rencana awal pemerintah yang mencapai Rp272,95 triliun.
Oleh karena itu, pimpinan DPR mengumumkan keputusan efisiensi ini dalam Rapat Paripurna DPR RI di Senayan, Jakarta. Walaupun nilai anggaran menurun, DPR menjamin negara tetap memperhatikan kesejahteraan warga miskin.
Selanjutnya, Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menegaskan bahwa perbaikan data penerima menjadi alasan utama efisiensi anggaran. Maka dari itu, pemerintah dapat mengarahkan penyaluran bantuan energi secara lebih tepat sasaran.
Selain itu, Said mengungkapkan masalah kekeliruan penyaluran bantuan energi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Sebab, kelompok masyarakat kelas bawah justru tidak menikmati kucuran bantuan secara maksimal.
Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen menyisir ulang basis data penerima bantuan. Jadi, langkah penyempurnaan Data Terpadu Sektor Energi Nasional (DTSEN) ini dapat mencegah kebocoran anggaran ke kelompok masyarakat mampu.
Rincian Jatah Anggaran BBM LPG Dan Listrik
Sementara itu, tim penyusun menetapkan postur anggaran energi dengan patokan harga minyak mentah Indonesia US$75 per barel. Selain itu, perhitungan ini juga menggunakan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS.
Kemudian, pemerintah mengalokasikan porsi terbesar senilai Rp131,39 triliun untuk BBM dan LPG tabung 3 kg. Pembagian tersebut mencakup alokasi BBM jenis tertentu Rp28,34 triliun serta LPG 3 kg Rp103,05 triliun.
Di samping itu, pemerintah menentukan kuota BBM sebesar 19,56 juta kilo liter untuk minyak tanah dan solar. Lalu, pemerintah mematok volume LPG 3 kg sebesar 8 juta metrik ton dengan subsidi solar Rp1.000 per liter.
Akhirnya, sektor ketenagalistrikan menerima alokasi subsidi sebesar Rp130,10 triliun dari total anggaran. Angka tersebut meliputi subsidi tahun berjalan Rp117,84 triliun dan pelunasan kurang bayar tahun 2025 senilai Rp12,26 triliun.(ar)









