Jambi, oegopost.id – Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa Universitas Jambi sukses menggelar Seminar Internasional BIPA pada Senin, 28 September 2026. Forum ilmiah ini menjadi langkah nyata dalam memicu internasionalisasi bahasa Indonesia UNJA melalui penguatan pemahaman lintas budaya.
Acara bertema “Internasionalisasi bahasa Indonesia: Bahasa dan pemahaman lintas budaya” ini berlangsung di Gedung Unifac Lantai 3 Kampus UNJA Mendalo. Panitia menghadirkan jajaran pakar kebahasaan tingkat nasional dan internasional untuk mengisi materi seminar tersebut.
Prof. Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd. selaku Ketua APPBIPA Pusat hadir langsung memaparkan gagasan utamanya. Begitu pula Prof. Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd. yang membagikan kepakarannya sebagai penggiat BIPA sekaligus dosen Universitas Negeri Jakarta.
Sesi diskusi makin semarak lewat kehadiran Takumu Kubota, mahasiswa Sastra Indonesia asal Universitas Padjadjaran. Selain itu, alumni BIPA UNJA yang kini mengajar SD di Thailand, Firadao Waehama, turut membagikan pengalaman praktisnya.
Urgensi Penguatan Bahasa Indonesia di Era Digital Global
Rektor UNJA, Helmi, membuka rangkaian kegiatan internasional ini secara resmi di hadapan seluruh peserta. Beliau menyoroti berbagai tantangan berat penggunaan bahasa Indonesia pada era serba digital saat ini.
Media sosial terbukti memicu pergeseran gaya berbahasa baku di kalangan mahasiswa dan generasi muda. Kebiasaan menggunakan singkatan secara berlebihan mengancam kelestarian tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Helmi mengingatkan posisi strategis bahasa Indonesia di tengah tingginya keragaman bahasa daerah di Provinsi Jambi. Kehadiran bahasa Melayu Jambi dan bahasa Kerinci justru memperkaya kekayaan budaya lokal masyarakat setempat.
Pihaknya terus mendorong penguatan bahasa Indonesia sebagai perekat persatuan nasional di dalam negeri. Pada saat bersamaan, bahasa nasional ini berperan penting membawa identitas bangsa ke panggung dunia.
Sertifikasi Bahasa Indonesia Tenaga Kerja Asing Menjadi Prioritas
Ketua UPA Bahasa UNJA, Eddy Haryanto, S.Pd., M.Sc.Ed., MPP., Ph.D., menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi kebahasaan secara berkelanjutan. Langkah ini menjawab tantangan strategis kawasan yang memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak.
Fokus utama pihak pengelola lembaga mengarah pada penerapan sertifikasi kompetensi bahasa Indonesia bagi pekerja asing. Tenaga kerja asing di Provinsi Jambi wajib menguasai bahasa setempat demi mendukung kelancaran komunikasi kerja.
Ketua Panitia Seminar Internasional BIPA, Dr. Reli Handayani, S.S., M.Pd., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan secara terperinci. Sebanyak 52 pemakalah mempresentasikan hasil penelitian terbaik mereka melalui moda daring maupun luring.
Para peserta dan pemakalah datang dari berbagai wilayah dalam negeri hingga mancanegara. Perwakilan luar negeri mencakup akademisi serta praktisi dari Thailand, Malaysia, Yaman, dan Pakistan.
Reli bersyukur atas antusiasme tinggi para peserta yang mengikuti seluruh sesi seminar hingga selesai. Tingginya partisipasi peserta membuktikan posisi bahasa Indonesia yang makin memperhitungkan diri di kancah internasional.
UNJA memantapkan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam mendukung gerakan BIPA di tingkat global. Kampus ini siap menjembatani pemahaman lintas budaya demi mengangkat martabat bahasa Indonesia di mata dunia.(ar)









