Kritik Pedas Bimtek BPD Sungai Penuh: Habiskan Anggaran Daerah, Pengawasan Desa Tetap Mandul

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bimtek Kepala Desa dan BPD tahun 2025 di Korem 042/Gapu.(poto: arsip).

Bimtek Kepala Desa dan BPD tahun 2025 di Korem 042/Gapu.(poto: arsip).

Sungai Penuh, oegopost.id – Pelaksanaan agenda tahunan Bimtek BPD Sungai Penuh kembali memicu perhatian publik secara luas. Warga dan aktivis menilai kegiatan peningkatan kapasitas tersebut belum membawa perubahan berarti bagi tata kelola desa.

Masyarakat mempertanyakan asas manfaat dari pelatihan yang rutin menyerap anggaran daerah tersebut. Mereka melihat kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) justru stagnan di lapangan.

Pengamat kebijakan publik lokal menilai program kerja tersebut minim implikasi praktis. Peningkatan kapasitas lembaga desa seharusnya mampu memperbaiki sistem pengawasan anggaran secara nyata.

Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran besar untuk mengirim puluhan anggota BPD luar kota. Namun, publik tidak melihat korelasi positif antara besarnya biaya dan kualitas pengawasan APBDesa.

Efektivitas Pelatihan Peningkatan Kapasitas Desa Dipertanyakan Publik

Fungsi pengawasan BPD terhadap penggunaan anggaran desa masih kerap menemui berbagai kendala. Banyak desa belum mampu menyusun laporan keuangan yang transparan serta akuntabel.

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Alfin Serap Usulan Pembangunan dari Tokoh Adat

Penyerapan dana desa di berbagai lokasi masih menyisakan masalah administratif yang cukup serius. Kondisi ini membuktikan bahwa materi pelatihan belum meresap secara optimal.

Lembaga BPD juga belum menunjukkan taji dalam menghasilkan produk hukum desa yang berkualitas. Warga jarang melihat adanya Peraturan Desa (Perdes) inisiatif yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Pengiriman anggota BPD ke luar daerah seharusnya memberikan luaran hasil kerja yang konkret. Kegiatan tahunan ini terkesan hanya menjadi rutinitas formalitas penyerapan anggaran semata.

Publik berharap ada indikator keberhasilan yang jelas dari setiap kegiatan bimbingan teknis. Tanpa tolok ukur ketat, efektivitas pelatihan akan selalu menuai prasangka negatif.

Dua tahun kepemimpinan Wali Kota Alfin menjadi momentum penting untuk membenahi masalah ini. Pemerintah kota perlu mengambil langkah tegas demi menyelamatkan kualitas pembangunan desa.

Pemkot Sungai Penuh Didesak Melakukan Evaluasi Total

Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Sungai Penuh segera mengevaluasi pola pembinaan lembaga desa. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) wajib memperketat pengawasan pasca-pelatihan.

Baca Juga :  Disdik Kota Jambi Tegaskan Seluruh Guru Wajib ASN, Rekrutmen Honorer Dihentikan

DPMD harus menyusun sistem penilaian kinerja BPD yang terukur dan dapat diakses publik. Pengawasan ketat akan memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan dampak langsung di lapangan.

Pemerintah daerah dapat mengalihkan format pelatihan menjadi berbasis praktik nyata di daerah. Langkah ini jauh lebih efisien dan menghemat anggaran keuangan daerah.

Anggota BPD membutuhkan pendampingan secara langsung saat menyelesaikan permasalahan hukum di desa. Pelatihan teori di dalam hotel tidak lagi menjawab tantangan kerja BPD.

Warga menantikan aksi nyata dari Wali Kota Alfin dalam membenahi tata kelola pemerintahan. Keberanian melakukan evaluasi total akan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap fungsi pengawasan desa.

Tata kelola pemerintahan desa yang bersih merupakan fondasi utama kemajuan Kota Sungai Penuh. Komitmen pemerintah daerah kini di tantang untuk mewujudkan transparansi anggaran secara menyeluruh.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Penting Pembimas Kristen Kemenag Jambi: Kejar Hikmat Bukan Harta Jabatan
Kanwil Kemenag Jambi Evaluasi Kinerja Triwulan III Demi Pelayanan Publik Berdampak
Kontingen Jambi Raih Prestasi Gemilang di PPSN VI 2026
Ratusan Siswa Madrasah Bersaing di Olimpiade Sains Jambi
Bupati Agus Rubiyanto Tinjau Jalan Penghubung Teluk Rendah untuk Diusulkan pada 2027
Menatap Juara Umum MTQ Jambi: 5 Solusi Strategis Pembinaan Kafilah Sungai Penuh
Kabut Asap Selimuti Jambi Ganggu Jadwal Penerbangan Bandara Sultan Thaha
Anggaran Karhutla Jambi Rp30 Miliar Disorot, Publik Tuntut Bukti Konkret Kinerja Lapangan OPD
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Pesan Penting Pembimas Kristen Kemenag Jambi: Kejar Hikmat Bukan Harta Jabatan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Evaluasi Kinerja Triwulan III Demi Pelayanan Publik Berdampak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Kontingen Jambi Raih Prestasi Gemilang di PPSN VI 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Ratusan Siswa Madrasah Bersaing di Olimpiade Sains Jambi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Bupati Agus Rubiyanto Tinjau Jalan Penghubung Teluk Rendah untuk Diusulkan pada 2027

Berita Terbaru

Ilustrasi: Desain modern Realme P4s Lite varian warna Nebula Black & Moonlight Silver dengan baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Realme P4s Lite Resmi Meluncur Bawa Baterai 7.000 mAh

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi perangkat flagship Samsung Galaxy Ultra. Model Galaxy S27 Ultra dirumorkan mengusung baterai 5.700mAh dengan pengisian 60W yang lebih efisien.(poto: AI).

Teknologi

Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra Isi Baterai Lebih Kencang

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:58 WIB