Jambi, oegopost.id – Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi media memanjatkan doa bersama jurnalis Jambi di Tugu Pers Kota Jambi, Kamis malam. Mereka menggelar aksi solidaritas ini untuk mengawal keselamatan lima pewarta foto dan tiga kru kapal di perairan Selat Sunda.
Rombongan jurnalis tersebut mengalami hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Momen spiritual ini menjadi wadah penting bagi para pekerja media untuk saling menguatkan.
Dukungan Moril Organisasi Pers Jambi untuk Korban Hilang
Kepala LKBN ANTARA Biro Jambi Siri Antoni menegaskan aksi ini lahir dari rasa empati mendalam sesama rekan profesi. Ia berharap doa ini membawa keajaiban agar tim penyelamat segera menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat.
Para jurnalis menghadirkan aksi solidaritas ini sebagai bentuk dukungan moril nyata hingga Kamis (10/9) malam. Siri Antoni juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tim SAR Gabungan yang terus bekerja keras di lokasi pencarian.
Ia turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat yang terus mengalirkan perhatian dan doa. Siri Antoni meminta pihak keluarga agar tetap sabar serta memelihara pikiran positif selama masa penantian.
Harapan Besar AJI dan IJTI bagi Keselamatan Lapangan
Sekretaris AJI Kota Jambi Rifani Halim menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa rombongan peliput tersebut. Ia berharap seluruh korban bisa segera kembali ke rumah dan menyapa keluarga tercinta.
Rifani menekankan bahwa perjumpaan di Tugu Pers malam itu merekatkan ikatan keluarga besar pers. Pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap seluruh langkah pencarian Basarnas dan tim gabungan di lapangan.
Ia memandu pembacaan doa khusus untuk M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, Donal, serta para kru kapal. Seluruh peserta mengaminkan harapan agar semua korban dapat pulang tanpa kurang satu apa pun.
Ketua Pengda IJTI Jambi Adrianus Susandra juga menyampaikan optimisme tinggi terhadap kerja keras tim SAR. Tim penyelamat terus menjalankan pencarian intensif sejak tiga hari pasca laporan hilang kontak tersebut.
Adrianus memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan para jurnalis lapangan agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan pesan penting mengenai keselamatan jiwa yang harus selalu mengalahkan kepentingan berita.
“Karena tidak ada berita seharga nyawa, kita minta rekan-rekan tetap mengedepankan keselamatan saat peliputan lapangan,” tegas Adrianus saat menutup pernyataan. Berbagai wadah pers seperti PWI Kota Jambi, AJI Kota Jambi, IJTI Pengda Jambi, JMSI Provinsi Jambi, SMSI Jambi, dan FJPI Jambi menyatukan langkah dalam aksi ini.(ar)









