Jambi, oegopost.id – Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkuat langkah pencegahan karhutla di Jambi melalui penyemaian hujan buatan. Oleh karena itu, tim gabungan menyiapkan 10 ton garam khusus untuk menyukseskan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah tersebut.
Bahkan, petugas telah menebar sebanyak satu ton garam ke atas awan potensial pada pergerakan hari Kamis. Langkah cepat ini bertujuan untuk memancing timbulnya curah hujan di kawasan yang rawan terbakar.
Selain itu, Tenaga Ahli BNPB Kolonel Inf Agus Marsanto memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan operasi berjalan sangat lancar. Pihaknya menyatakan bahwa tidak ada kendala teknis dalam proses penyemprotan bahan dari udara.
Sementara itu, seluruh peralatan utama beserta armada pesawat terbang kini berada dalam kondisi siap siaga. Akibatnya, operator penerbangan bersama BNPB terus berkoordinasi erat demi menjaga kelancaran misi harian di posko.
Pemerintah Siapkan Armada Pesawat Khusus Demi Memancing Hujan
Saat ini, posko utama sudah mengamankan persediaan fisik garam sebanyak tiga ton. Oleh sebab itu, tim logistik terus mengatur distribusi sisa bahan baku agar pasokan ke lapangan tetap terjaga.
Selanjutnya, petugas mengarahkan sasaran penyemaian awan ke seluruh penjuru area Provinsi Jambi tanpa terkecuali. Namun demikian, tim tetap melewati daerah yang tercatat sudah memiliki curah hujan tinggi dan relatif aman.
Di sisi lain, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca tahap pertama ini dijadwalkan berlangsung hingga 30 Agustus 2026. Meskipun demikian, pemerintah membuka opsi perpanjangan waktu apabila ancaman kekeringan serta potensi kebakaran masih tinggi.
Oleh karena itu, BNPB akan mendasarkan keputusan perpanjangan durasi tersebut pada dinamika cuaca serta evaluasi berkala. Pihak otoritas pun siap melanjutkan ataupun mengalihkan fokus lokasi sesuai kondisi riil di lapangan.
Evaluasi Berkala Menentukan Perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca Jambi
Secara teknis, misi pengondisian cuaca ini mengandalkan keandalan satu unit pesawat Cessna Grand Caravan C208B PK-ALA. Selanjutnya, pesawat khusus tersebut terbang menyisir titik-titik awan tebal untuk menyebarkan garam secara presisi.
Oleh sebab itu, operasi udara ini menjadi strategi krusial pemerintah dalam menaikkan intensitas hujan secara buatan. Sebab, langkah antisipasi tersebut sangat efektif membasahi permukaan lahan agar tidak mudah tersulut api.
Pada akhirnya, sinergi ketat antarlembaga menjadi kunci utama keberhasilan perlindungan lingkungan dari bahaya asap. Dengan demikian, semua personel piket tetap bersiap mengawal jalannya penyemaian hingga kondisi atmosfer Jambi benar-benar aman.(ar)









