Jambi, oegopost.id – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH), menggelorakan semangat cinta tanah air kepada seluruh kader dan masyarakat. Selain itu, langkah ini bertujuan memperkuat pengamalan nilai keimanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, tokoh yang akrab disapa SAH ini menegaskan pesan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai patriotisme sangat relevan saat ini. Selanjutnya, ia menilai masyarakat perlu mewujudkan nasionalisme melalui tindakan nyata, bukan sekadar simbolis atau seremonial semata.
“Cinta tanah air adalah bagian dari pengabdian kita kepada bangsa,” ungkap SAH saat memberikan arahan. Bahkan, ia menambahkan bahwa titik temu nilai iman dan kebangsaan terjadi ketika warga bekerja demi kesejahteraan rakyat serta menghormati perbedaan.
Meneladani Nilai Al Quran Dan Hadis Dalam Kebangsaan
Di samping itu, SAH meminta seluruh kader Partai Gerindra memberikan contoh nyata dalam menjaga persatuan serta mengutamakan kepentingan publik. Dengan demikian, setiap kader wajib memegang teguh disiplin, integritas, dan semangat berjuang demi kemajuan daerah maupun negara.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keimanan sejati senantiasa melahirkan rasa kepedulian sosial dan tanggung jawab menjaga amanah. Oleh sebab itu, seluruh elemen bangsa wajib merawat Indonesia sebagai rumah bersama dengan penuh keikhlasan.
Secara spesifik, prinsip kebangsaan ini sejalan dengan tuntunan Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah ayat 2 tentang perintah saling menolong dalam kebajikan dan takwa. Sebaliknya, ayat tersebut melarang keras umat manusia bekerja sama dalam perbuatan dosa serta permusuhan antar sesama.
Sementara itu, Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13 menegaskan bahwa penciptaan manusia berbangsa-bangsa bertujuan agar saling mengenal. Maka dari itu, keberagaman suku dan kelompok bukanlah alasan untuk saling merendahkan, melainkan sarana mempererat persaudaraan.
Dalam konteks lain, Rasulullah SAW juga memberikan teladan mulia mengenai besarnya rasa cinta beliau terhadap tanah kelahirannya, Kota Makkah. Bahkan, beliau menegaskan tidak akan meninggalkan Makkah apabila kaumnya tidak mengusir beliau dari tanah kelahiran tersebut.
Hasilnya, SAH menjelaskan kecintaan pada tanah air merupakan fitrah manusia selama membawa kebaikan dan tidak menyimpang dari syariat. Pada akhirnya, nilai-nilai ini menjadi landasan kokoh dalam membangun tatanan sosial yang harmonis dan penuh kedamaian.
Upaya Mewariskan Jiwa Nasionalisme Kepada Seluruh Generasi Muda
Terkait hal tersebut, mengenai ungkapan populer “hubbul wathan minal iman”, SAH mengingatkan masyarakat agar memahaminya sebagai substansi nilai luhur. Sebab, ungkapan tersebut merupakan cerminan prinsip Al-Qur’an dan Hadis tentang persaudaraan, menjaga kemaslahatan, serta menunaikan amanah.
Oleh karena itu, ia mengimbau para orang tua dan pendidik untuk mewariskan semangat nasionalisme ini kepada generasi muda sejak dini. Khususnya, anak muda harus paham bahwa mencintai Indonesia berarti menghargai jasa pahlawan dan menaati aturan yang berlaku.
Selain itu, generasi penerus juga perlu aktif memelihara kelestarian lingkungan serta bekerja keras demi membangun masa depan bangsa yang cemerlang. Sebab, pembinaan karakter kebangsaan ini menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Oleh sebab itu, SAH mengajak seluruh lapisan masyarakat Provinsi Jambi menjadikan kecintaan terhadap Indonesia sebagai energi positif harian. Tentu saja, nasionalisme harus tumbuh secara konsisten dalam dada setiap warga negara tanpa menunggu momentum hari besar semata.
“Jangan sampai cinta tanah air hanya muncul ketika peringatan hari besar,” tegas Ketua DPD Gerindra Jambi tersebut. Akhirnya, ia memungkas bahwa membangun Indonesia merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang.(ar)









