Muara Tebo, oegopost.id – Tim Manggala Agni Daops Sumatera XII/Muara Tebo bersama Satgas Karhutla Kabupaten Tebo sukses memadamkan kebakaran lahan di Tebo, Provinsi Jambi. Kobaran api yang sempat membakar kawasan Desa Muara Sekalo tersebut kini sudah sepenuhnya padam.
Petugas gabungan langsung bergerak cepat menyisir lokasi tak lama setelah menerima laporan awal dari lapangan. Alur pemadaman darat ini berlangsung intensif untuk memutus penyebaran titik api agar tidak meluas.
Tim Manggala Agni Langsung Mengisolasi Kobaran Api
Komandan Daops Sumatera XII/Muara Tebo, Tatak Jalurariva, mengonfirmasi pergerakan seluruh personel tim pemadam di lapangan. Pihaknya langsung mengarahkan pasukan untuk mengisolasi titik api sejak hari pertama kejadian.
Awalnya, laporan terkait insiden ini masuk dari Kepala Seksi Konservasi Balai KSDA Provinsi Jambi. Petugas Satgas Karhutla kemudian langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan eksekusi pemadaman darat.
Para petugas bekerja keras menerobos medan untuk memadamkan sisa-sisa bara api yang masih menyala. Koordinasi yang kuat antarlembaga membuat proses pemadaman berjalan jauh lebih cepat dan terarah.
Kecepatan respons para petugas di lapangan sangat membantu menekan dampak kerusakan lingkungan yang lebih besar. Langkah siaga ini berhasil mencegah kebakaran meluas ke area perkelabunan warga sekitar.
Satgas Karhutla Berhasil Kuasai Seluruh Area Kebakaran
Tatak menjelaskan bahwa timnya membutuhkan waktu selama dua hari penuh untuk menundukkan seluruh kobaran api. Kerja keras personel di lapangan akhirnya membuahkan hasil manis setelah api benar-benar terkendali.
Berdasarkan kalkulasi sementara, total luas area yang terbakar memperlihatkan angka sekitar 2,5 hektare. Satgas Karhutla Kabupaten Tebo sendiri secara khusus berhasil menangani pemadaman area seluas 0,75 hektare.
Tim pemadam terus memantau pergerakan asap untuk memastikan tidak ada lagi bara tersembunyi di bawah permukaan tanah. Petugas memastikan bahwa seluruh area terdampak kini berada dalam kondisi aman.
Pemeriksaan berkala terus berlanjut hingga seluruh area benar-benar bersih dari potensi kemunculan titik api baru. Pengawasan ketat ini menjadi langkah krusial dalam prosedur penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Petugas Memastikan Kondisi Lahan Sudah Padam Total
Pengecekan terakhir pada 16 Agustus 2026 memastikan kawasan tersebut sudah terbebas dari ancaman api. Tim lapangan langsung melaporkan hasil peninjauan akhir ini kepada pihak markas komando.
“Kondisi terakhir pada tanggal 16 Agustus 2026 sudah kami laporkan padam total,” tegas Tatak saat memberikan keterangan di kantornya, Selasa (18/8/2026).
Mengenai status kepemilikan kawasan, pihak Manggala Agni telah mengantongi data awal terkait lokasi terdampak tersebut. Tatak menyebutkan bahwa area yang terbakar itu masuk ke dalam kategori Area Penggunaan Lain (APL).
Status tersebut menjadi rujukan utama bagi pihak berwenang untuk melakukan penanganan serta tindak lanjut berikutnya. Pihak pemadam tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Keberhasilan penanganan karhutla ini menjadi bukti kesiapsiagaan Satgas Karhutla dalam menjaga wilayah Jambi dari ancaman bencana asap. Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama suksesnya pemadaman darat di Kabupaten Tebo.(ar)









