Jambi, oegopost.id – Tim Pengabdian Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi meluncurkan program kesehatan mental ibu hamil bertajuk Garda Siaga. Peluncuran program pemberdayaan kader Posyandu ini berlangsung di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu, Kota Jambi.
Program inovatif ini berfokus pada pelatihan mendeteksi dini tokophobia atau rasa cemas berlebih menjelang persalinan. Selain itu, para kader mitra juga mempelajari teknik intervensi mandiri berupa Hipnopunktur Sederhana.
Oleh karena itu, Ketua Tim Pengabdi UBR Jambi, Bdn. Ova Jayanti, M.Keb, menyoroti fokus pelayanan Posyandu yang selama ini masih terbatas. Namun, layanan kesehatan masyarakat umumnya hanya memantau indikator fisik seperti berat badan serta kecukupan gizi harian.
Akibatnya, aspek psikologis justru sering terabaikan, padahal rasa takut melahirkan memicu kemunculan hormon stres. Kondisi emosional tersebut mengganggu efisiensi kontraksi rahim dan berpotensi besar menyebabkan kasus partus lama.
Guna mengatasi masalah tersebut, tim dosen membekali 20 kader Posyandu mitra dengan pengetahuan mendalam. Bahkan, tim pengabdi mengajarkan penggunaan lembar skrining terstandar dan keterampilan intervensi non-farmakologis secara langsung.
Inovasi Hipnopunktur Sederhana Efektif Menurunkan Tingkat Stres Ibu
Selain itu, penerapan teknik Hipnopunktur Sederhana menggabungkan pemanduan relaksasi afirmasi positif dengan penekanan titik akupresur penurun stres. Oleh sebab itu, metode gabungan ini terbukti aman untuk membantu menenangkan kondisi psikologis ibu hamil.
Pelatihan lintas disiplin ini menghadirkan Bdn. Laida Sanilpa Tiwi, SST, M.Kes dari UBR Jambi. Selanjutnya, kegiatan ini juga melibatkan psikolog Universitas Jambi, Nurul Hafizah, M.Psi.
Sementara itu, dukungan pendanaan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memperkuat keberlangsungan program. Oleh karena itu, kolaborasi antarlembaga ini memastikan materi pelatihan tersampaikan secara efektif kepada seluruh peserta.
Hasilnya, evaluasi program menunjukkan kenaikan pemahaman kognitif para kader yang sangat pesat. Rata-rata skor pre-test peserta melonjak dari 4,95(33,00%) menjadi 11,40(76,00%) pada post-test.
Dengan demikian, pencapaian evaluasi tersebut mencatatkan peningkatan kapasitas pengetahuan kader Posyandu sebesar 43 persen. Oleh sebab itu, angka ini membuktikan efektivitas metode pelatihan yang diterapkan oleh tim dosen.
Bahkan, seluruh kader mitra ($100\%$) kini mahir mempraktikkan teknik Hipnopunktur Sederhana di lapangan. Hasilnya, mereka menyatakan siap menjalankan skrining kecemasan melalui Posyandu maupun kunjungan rumah (home visit).
Penyerahan Buku Saku Panduan Mendukung Keberlanjutan Pelayanan
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program, tim menyerahkan media edukasi berupa Buku Saku Panduan Garda Siaga. Selain itu, pihak tim pengabdi juga menyerahkan paket lembar skrining cetak kepada pihak puskesmas.
Selanjutnya, penyerahan aset media edukasi ini berlangsung resmi melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Barang. Langkah ini menjamin ketersediaan instrumen pendeteksi kecemasan bagi masyarakat setempat.
Oleh karena itu, Kepala Puskesmas Putri Ayu, dr. Hj. Raodah, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kesehatan mental tersebut. Sebab, pihak puskesmas menyambut hangat skema pendelegasian peran pelatihan kepada kader lapangan.
Dengan demikian, kehadiran kader yang terlatih memudahkan petugas mendeteksi kecemasan calon ibu sejak masa awal kehamilan. Selanjutnya, penanganan dini yang tepat akan mencegah timbulnya komplikasi medis sebelum masa persalinan tiba.
Pemberdayaan Kader Lapangan Wujudkan Layanan Kesehatan Ibu Holistik
Oleh sebab itu, sinergi antara akademisi dan tenaga kesehatan masyarakat ini menjadi model percontohan pelayanan kesehatan holistik. Sebab, pendekatan yang memadukan kesehatan fisik dan mental memberikan perlindungan menyeluruh bagi calon ibu.
Hasilnya, masyarakat Kota Jambi menyambut baik kehadiran program edukasi yang menyasar langsung akar masalah persalinan ini. Dengan demikian, keberadaan kader Siaga diharapkan mampu menekan angka penyulit persalinan di wilayah Jambi.
Selain itu, pihak universitas berkomitmen untuk terus mengawal implementasi program Garda Siaga di lapangan. Oleh karena itu, pemantauan berkala akan memastikan para kader menjalankan skrining secara konsisten dan akurat.(ar)









