Siaga Darurat Karhutla Jambi 2026 Ditetapkan, BMKG Ungkap Ancaman Kekeringan Meningkat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG memprediksi curah hujan di Jambi akan menurun mulai awal Mei 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan suhu panas.( Poto : jambitv.co).

BMKG memprediksi curah hujan di Jambi akan menurun mulai awal Mei 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan suhu panas.( Poto : jambitv.co).

Jambi, oegopost.id – Pemerintah Provinsi Jambi melalui BPBD menyiapkan penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai 27 April 2026. Langkah ini diambil karena potensi kekeringan di wilayah Jambi diperkirakan meningkat dalam waktu dekat.

Pemprov Jambi menguatkan keputusan tersebut setelah menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dan sejumlah pemangku kepentingan. Mereka menilai kondisi saat ini membutuhkan respons cepat untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Daerah Lebih Dulu Tetapkan Status Siaga

Sebelum keputusan provinsi, Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi sudah lebih dahulu menetapkan status siaga darurat karhutla. Kondisi ini mendorong pemerintah provinsi untuk menyamakan langkah dalam menghadapi ancaman kebakaran. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menegaskan bahwa indikator cuaca di wilayah Jambi sudah menunjukkan tanda-tanda memasuki musim kering. “Provinsi Jambi layak menetapkan siaga darurat karhutla karena wilayahnya mulai memasuki periode cuaca kering,” ujarnya.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Prediksi BMKG Perkuat Kewaspadaan

BMKG memprediksi curah hujan di Jambi akan menurun mulai awal Mei 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan suhu panas dan memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, fenomena El Nino yang masih berlangsung turut memperpanjang periode kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jambi.

BPBD Jambi memperkirakan potensi karhutla akan meningkat pada periode Mei hingga Oktober 2026. Sebagian besar wilayah di provinsi ini masuk kategori rawan dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi. Namun demikian, beberapa daerah seperti Sungai Penuh, Kerinci, dan Kota Jambi memiliki tingkat kerawanan lebih rendah. Meski begitu, risiko kebakaran tetap perlu diwaspadai selama musim kemarau berlangsung.

Baca Juga :  Stok Beras Jambi Tembus 14.258 Ton, Cukup untuk Lima Bulan

Pemerintah Perkuat Kolaborasi Penanganan

Untuk menghadapi potensi tersebut, pemerintah melibatkan TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga perusahaan swasta di wilayah rawan karhutla. Semua pihak bekerja sama dalam pencegahan dan penanganan di lapangan.

Pemprov Jambi berharap langkah ini dapat menekan risiko kebakaran hutan dan lahan serta menjaga keselamatan masyarakat dan stabilitas lingkungan selama musim kemarau 2026.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak
RPPEG Tanjung Jabung Timur Dibahas, Sekda Jambi Buka Konsultasi Publik 2026–2055
Hotspot Jambi: BMKG Deteksi 13 Titik Panas, Warga Diminta Waspada Karhutla
Polisi Bongkar Mafia BBM Subsidi di Jambi, Operator SPBU Ikut Bermain
DPRD Jambi Soroti Dugaan PETI Jadi Pemicu Banjir di Sarolangun
251 IUP Tambang Tak Punya RKAB, BPK Soroti Lemahnya Pengawasan di Daerah
Orang Rimba dilibatkan, Bantu Cegah Karhutla Jambi
Muaro Jambi Raih Penghargaan Mitra Pemasyarakatan di HBP ke-62
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 April 2026 - 18:00 WIB

RPPEG Tanjung Jabung Timur Dibahas, Sekda Jambi Buka Konsultasi Publik 2026–2055

Selasa, 28 April 2026 - 17:00 WIB

Hotspot Jambi: BMKG Deteksi 13 Titik Panas, Warga Diminta Waspada Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 07:00 WIB

DPRD Jambi Soroti Dugaan PETI Jadi Pemicu Banjir di Sarolangun

Selasa, 28 April 2026 - 05:00 WIB

251 IUP Tambang Tak Punya RKAB, BPK Soroti Lemahnya Pengawasan di Daerah

Berita Terbaru

Banjir merendam 5 kecamatan dan 26 desa, dengan total 1.552 rumah terdampak.( Poto : kabar sarolangun.com).

Daerah

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:00 WIB