Riset AI Ungkap Perusahaan Lebih Pilih Pekerja Senior

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

iLustrasi AI.(poto: kompas.com).

iLustrasi AI.(poto: kompas.com).

Jakarta, oegopost.id – Perekrutan tenaga kerja di era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menunjukkan arah baru. Perusahaan yang mengadopsi AI kini cenderung menambah tenaga kerja level senior ketimbang junior. Peneliti Stanford University, Bharat Chandar, dan peneliti King’s College London, Bouke Klein Teeselink, mengungkapkan fenomena ini lewat riset terbaru mereka.

Kedua peneliti menguji 1,25 miliar lowongan kerja dan 154 juta catatan ketenagakerjaan sejak Januari 2021 sampai Maret 2026. Riset di 41 negara termasuk Indonesia ini membuktikan bahwa jumlah pekerja senior melonjak 6,7 persen dalam lima tahun. Sebaliknya, jumlah pekerja junior di perusahaan pengguna AI justru merosot 3 persen pada periode yang sama.

Baca Juga :  Pendiri Google Menyesal Pensiun, Sergey Brin Kembali Aktif Kembangkan AI

Pergeseran Kebutuhan Tenaga Kerja Senior Meningkat Pesat

Meskipun perusahaan meningkatkan angka perekrutan secara keseluruhan, porsi pekerja junior tetap menyusut 1,9 poin persentase. Peneliti menemukan perubahan komposisi pekerja ini di berbagai negara, seperti Brasil, Arab Saudi, dan Inggris.

Peneliti menegaskan bahwa adopsi AI memangkas kebutuhan staf tingkat pemula secara langsung. Sebaliknya, perusahaan membutuhkan keahlian pekerja senior untuk mengawasi dan mengelola hasil kerja dari teknologi kecerdasan buatan.

Negara kaya dengan tingkat digitalisasi tinggi mengalami penurunan pekerja junior paling tajam. Temuan ini membuktikan bahwa AI mengubah struktur internal pegawai, bukan hanya mengubah jumlah pekerjaan secara umum.

Peluang Pekerja Muda Sektor Teknologi Kian Tertekan

Teknologi AI juga mengubah sektor komputer dan matematika yang paling sering memanfaatkan otomatisasi. Perusahaan pengguna AI memang meningkatkan porsi pekerja bidang komputer sebesar 0,8 poin persentase. Namun, perusahaan tetap memberikan porsi terbesar peningkatan tersebut kepada para profesional senior.

Baca Juga :  skill yang tidak tergantikan AI: Bos LinkedIn Ungkap 5 Kemampuan Penting Manusia di Era Digital

Riset Stanford Digital Economy Lab memperkuat ancaman ini bagi generasi muda. Penyerapan kerja kelompok usia 22 sampai 25 tahun pada bidang yang terdampak AI berada 19 persen di bawah perkiraan pertumbuhan normal.

Kondisi tersebut memperbesar kekhawatiran anak muda akan potensi kehilangan peluang kerja. Perusahaan perlu mencari titik seimbang agar tetap memberikan ruang berkembang bagi para lulusan baru di tengah gempuran teknologi.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lelah Pesan Instan, Gen Z Pilih Kirim Teks Lambat
Waspada Trojan Android RatHat Berbasis AI Curi PIN dan OTP Rekening Nasabah
Xiaomi Dikabarkan Batal Rilis Varian Ultra Pada Lini Seri Flagship Terbarunya
Realme P4s Lite Resmi Meluncur Bawa Baterai 7.000 mAh
Aplikasi Android Alami Masalah Kompatibilitas di Googlebooks Intel
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra Isi Baterai Lebih Kencang
Pre-order iPhone 18 Pro Resmi Dibuka di Indonesia Hari Ini
Sony Hadirkan Fitur QSSR Tingkatkan Grafis PS5 Standar
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Lelah Pesan Instan, Gen Z Pilih Kirim Teks Lambat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Waspada Trojan Android RatHat Berbasis AI Curi PIN dan OTP Rekening Nasabah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Xiaomi Dikabarkan Batal Rilis Varian Ultra Pada Lini Seri Flagship Terbarunya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Realme P4s Lite Resmi Meluncur Bawa Baterai 7.000 mAh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Aplikasi Android Alami Masalah Kompatibilitas di Googlebooks Intel

Berita Terbaru

Ilustrasi: Mekanik sedang memasang sistem kunci keyless pada motor bebek di sebuah bengkel modifikasi di Jakarta.(poto: AI).

Otomotif

Upgrade Keyless Motor Harian: Cara Pasang dan Risikonya

Minggu, 11 Okt 2026 - 17:02 WIB

Ilustrasi sistem keyless motor di garasi rumah, rawan dibobol jika remot berada terlalu dekat.(poto: AI).

Otomotif

Motor Keyless Tak Bisa Dibobol Kunci T, Kenapa Tetap Hilang?

Minggu, 11 Okt 2026 - 16:54 WIB

Momen Marco Bezzecchi di kualifikasi MotoGP Mandalika 2026.(poto: detik.com).

Sport

Hasil MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara

Minggu, 11 Okt 2026 - 16:43 WIB