Tebo, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Tebo mencatat capaian baru dalam pengelolaan keuangan daerah memasuki awal semester II tahun ini. Hingga 10 Juli 2026, realisasi APBD Kabupaten Tebo belum menunjukkan pergerakan yang maksimal pada sektor belanja daerah. Catatan angka serapan anggaran tersebut masih bertahan di bawah paruh target tahunan yang direncanakan.
Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tebo, Hendry Nora, membeberkan data terbaru mengenai kondisi keuangan tersebut. Belanja daerah baru menyerap dana sebesar 38,16 persen dari total pagu anggaran yang tersedia. Pemerintah daerah sendiri mengalokasikan total APBD keseluruhan sebesar Rp1.100.121.524.138 untuk tahun anggaran 2026.
Pihak Bakeuda mengidentifikasi kendala utama yang mengganjal laju penyerapan anggaran belanja pada pertengahan tahun ini. Hendry Nora menyebutkan bahwa faktor administrasi menjadi alasan utama lambatnya realisasi keuangan di lapangan. Banyak proyek pembangunan belum berjalan sepenuhnya karena masih tertahan di meja birokrasi.
Kontrak Kegiatan Fisik Menjadi Kendala Utama Belanja
Hendry menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan fisik di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih memerlukan waktu penyelesaian administrasi. Sebagian besar proyek tersebut saat ini masih berada pada tahapan penandatanganan kontrak kerja. Hal ini otomatis menunda pencairan anggaran termin pertama untuk para rekanan penyedia jasa.
“Sebagian besar kegiatan yang bersifat fisik masih dalam proses penandatanganan kontrak,” urai Hendry melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu (11/7/2026).
Ia menambahkan bahwa proses ini tersebar di beberapa OPD yang mengelola program pembangunan fisik. Pengelola proyek harus merampungkan seluruh dokumen sebelum dana pengerjaan dapat cair ke rekening pihak ketiga.
Meskipun serapan belanja daerah masih tergolong lambat, pemerintah daerah membawa kabar baik dari sektor pendapatan. Sektor penerimaan daerah menunjukkan performa yang jauh lebih agresif dibandingkan pos belanja. Angka pendapatan bergerak naik secara signifikan dan melampaui separuh dari target yang ditetapkan.
Capaian Pendapatan Asli Daerah Tebo Tunjukkan Tren Positif
Hendry menyebut capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tebo menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Realisasi PAD per 10 Juli 2026 sukses menyentuh angka 65,46 persen. Persentase tersebut berasal dari total target pendapatan asli yang dipatok sebesar Rp122.241.883.341,93.
Manajemen keuangan daerah yang baik pada pos pendapatan menjadi faktor pendorong utama keberhasilan ini. Pemerintah daerah berhasil memaksimalkan potensi penerimaan dari berbagai sektor penopang yang ada di wilayah Tebo. Sektor-sektor andalan ini bekerja optimal dalam menyumbang pundi-pundi keuangan daerah selama enam bulan terakhir.
Pihak Bakeuda merinci bahwa tingginya realisasi PAD bersumber dari dua pilar utama penerimaan daerah. Sektor pajak daerah dan sektor retribusi daerah terus menyumbang angka yang konsisten meningkat setiap bulannya. Kedua pos penerimaan ini menjadi tumpuan utama dalam menjaga stabilitas kas daerah.
Penerimaan Pajak Dan Retribusi Daerah Terus Meningkat
Data resmi Bakeuda menunjukkan realisasi pajak daerah sudah mencapai angka 72,23 persen hingga pertengahan Juli ini. Petugas berhasil mengumpulkan penerimaan tersebut dari total target pajak daerah yang sebesar Rp44.921.350.344. Capaian ini menjadi bukti tingginya kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Tebo.
Sementara itu, pos retribusi daerah juga memberikan kontribusi yang tidak kalah penting bagi kas daerah. Realisasi dari sektor retribusi daerah saat ini telah menyentuh angka 57,89 persen. Tim pemungut daerah mengejar angka tersebut dari target awal yang dipasang sebesar Rp44.317.639.437.
Melihat tren positif pada sektor pendapatan, pihak manajemen keuangan daerah memandang optimistis sisa tahun anggaran ini. Hendry yakin bahwa performa keuangan daerah akan mengalami lonjakan besar pada bulan-bulan berikutnya. Faktor pendorong eksternal dari pemerintah pusat akan segera memperkuat postur APBD Tebo.
Optimisme tersebut muncul karena sejumlah kegiatan yang mengandalkan dana transfer pusat segera berjalan di lapangan. Pemerintah pusat akan segera menyalurkan Dana Alokasi Umum (DAU) spesifik yang peruntukannya sudah mengikat. Dana tersebut akan langsung mengalir ke sektor-sektor pelayanan dasar masyarakat.
“Saat ini sejumlah kegiatan yang bersumber dari dana spesifik tinggal menunggu proses penyaluran,” pungkas Hendry.
Ia menegaskan bahwa peruntukan dana spesifik tersebut berfokus pada bidang pendidikan dan kesehatan. Pelaksanaan proyek-proyek pelayanan publik ini otomatis akan mendongkrak persentase serapan belanja daerah dalam waktu dekat.(ar)









