Jambi, oegopost.id – Manajemen Bank Jambi memberikan apresiasi tertinggi kepada Kepolisian Daerah (Polda) Jambi yang bergerak cepat menangkap pelaku peretasan. Polisi mengusut tuntas kasus pembobolan dana nasabah bank oleh kelompok hacker yang terjadi pada 12 Februari 2026 lalu. Melalui operasi penangkapan para tersangka tersebut, tim penyidik kepolisian juga berhasil menyelamatkan uang nasabah sebesar Rp18,9 miliar.
Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, menyatakan rasa syukur mendalam atas keberhasilan penegakan hukum ini. Pihaknya memuji kerja keras aparat kepolisian dalam melacak jaringan pelaku hingga menetapkan mereka sebagai tersangka resmi.
“Alhamdulillah, kami mengapresiasi gerak cepat Polda Jambi dalam mengungkap kasus ini dan berhasil menetapkan para tersangka pembobolan dana nasabah,” kata Khairul Suhairi kepada media di Jambi, Selasa (14/7/2026). Ia menambahkan bahwa sinergi yang kuat antara Bank Jambi dan aparat penegak hukum menjadi pilar penting untuk menjaga stabilitas serta kepercayaan publik terhadap industri perbankan daerah.
Polisi Selamatkan Dana Uang Nasabah Puluhan Miliar
Keberhasilan Polda Jambi dalam mengamankan kembali dana sebesar Rp18,9 miliar menjadi bukti keseriusan aparat dalam memberantas kejahatan siber. Langkah cepat penyidik meminimalkan kerugian finansial yang berpotensi dialami oleh masyarakat. Pihak manajemen menilai penyelamatan aset digital ini sebagai capaian luar biasa yang memperkuat rasa aman masyarakat Provinsi Jambi.
Sebelumnya, serangan siber dari komplotan peretas tersebut sempat mengganggu stabilitas operasional sistem teknologi informasi perbankan. Insiden tersebut secara langsung memengaruhi aksesibilitas beberapa platform digital milik bank daerah ini. Manajemen mengonfirmasi adanya hambatan teknis yang sempat membatasi kenyamanan para pengguna dalam bertransaksi elektronik.
Dampak utama dari aksi peretasan tersebut menyasar pada sektor aplikasi mobile banking perusahaan. Saluran distribusi digital ini sempat mengalami pembatasan akses demi menjaga keamanan data yang lebih luas. Pengguna tidak dapat menjalankan transaksi pengiriman uang dan pengecekan saldo secara optimal selama beberapa waktu.
Layanan Jaringan Kantor Cabang Kembali Beroperasi Normal
Meskipun layanan digital berbasis aplikasi sempat terganggu, pihak manajemen menjamin operasional fisik tetap berjalan aman. Masyarakat tetap bisa mendatangi seluruh jaringan kantor cabang untuk mendapatkan pelayanan perbankan seperti biasa. Seluruh staf di unit kerja operasional siap melayani transaksi tunai maupun nontunai secara konvensional.
Selain kantor cabang, jaringan mesin ATM di seluruh wilayah juga berada dalam kondisi aktif dan aman. Nasabah dapat melakukan penarikan tunai, transfer antarbank, serta pembayaran tagihan tanpa kendala sistemik. Stabilitas layanan mesin ATM ini menjadi solusi cepat di tengah proses pemulihan sistem digital lainnya.
“Untuk pelayanan operasional di kantor maupun layanan ATM, alhamdulillah saat ini telah berjalan dengan baik,” ujar Khairul menegaskan kondisi terkini. Pihak manajemen kini sedang menjalankan mitigasi dan tahapan pemulihan menyeluruh pada sistem mobile banking. Langkah pemulihan bertahap ini memprioritaskan proteksi keamanan siber yang berlapis sebelum membuka kembali akses publik.
Manajemen Bank Perketat Sistem Proteksi Keamanan Siber
Proses pengaktifan kembali seluruh fitur digital berjalan di bawah pengawasan ketat tim ahli teknologi informasi. Bank Jambi menerapkan prinsip kehati-hatian tingkat tinggi untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang tersisa. Sistem baru yang sedang dibangun memiliki standar proteksi yang jauh lebih kuat dan adaptif dari sebelumnya.
Komitmen ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang korporasi untuk menghadirkan ekosistem digital yang andal bagi nasabah. Pihak bank melakukan evaluasi total pada infrastruktur TI untuk mendeteksi potensi kerentanan sistem sejak dini. Manajemen juga meningkatkan kapasitas perangkat pertahanan siber guna mengantisipasi ancaman peretasan di masa depan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan digital serta menghadirkan layanan terbaik bagi seluruh nasabah,” kata Khairul. Ia mengharapkan doa serta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar bank daerah ini terus berkembang secara sehat. Manajemen optimistis mampu mempertahankan reputasi sebagai lembaga keuangan terpercaya dan menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi.
Pengungkapan kasus kriminal siber ini menjadi momentum krusial bagi peningkatan citra korporasi di mata publik. Tertangkapnya komplotan pembobol memberikan kepastian hukum yang jelas mengenai komitmen perlindungan dana nasabah. Pihak perbankan meyakini tingkat loyalitas masyarakat untuk bertransaksi akan kembali meningkat pasca-insiden ini.
Bank Jambi berjanji akan terus meluncurkan inovasi teknologi yang selaras dengan peningkatan keamanan data pribadi nasabah. Pada akhir keterangannya, Khairul menyampaikan terima kasih secara khusus kepada lembaga pengawas keuangan nasional. Pihak bank sangat menghargai asistensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), hingga pihak IASC yang mengawal kasus ini.(ar)









