Jambi, oegopost.id – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi meningkatkan patroli udara dan pemadaman water bombing untuk menanggulangi penanganan karhutla Jambi pada Jumat (28/8/2026). Langkah masif ini bertujuan menekan persebaran titik api di kawasan rawan bencana kebakaran.
Petugas menerbangkan Helikopter Bell 505 PK-ELS untuk memantau kawasan rawan dari udara secara berkala. Pemantauan udara tersebut mendeteksi empat titik api yang tersebar di wilayah Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur.
Pemadaman Udara Menggunakan Helikopter Water Bombing BNPB
Tim udara menemukan titik api di area Sungai Gelam serta Kumpeh untuk wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Sementara itu, pantauan udara juga menemukan titik api di Muara Sabak Barat dan Rantau Rasau Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Petugas lapangan langsung mengoordinasikan temuan titik api tersebut kepada tim satgas darat. Tim gabungan kemudian mengarahkan helikopter water bombing milik TNI AU dan BNPB menuju lokasi kebakaran.
Empat unit helikopter mengguyur lokasi kebakaran sebanyak 177 kali pemboman air secara bertahap. Penjatuhan air tersebut memuntahkan total 576.000 liter air untuk memadamkan kobaran api di lahan terbakar.
Polda Jambi juga memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah terdampak. Pesawat khusus PK-ALA menyemai awan di atas langit Kabupaten Sarolangun dan Merangin untuk memicu hujan buatan.
Imbauan Polda Jambi Mengenai Larangan Membakar Lahan
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan komitmen personelnya dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan secara berkelanjutan. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan arahan tersebut kepada media.
Polda Jambi menjalin sinergi erat bersama TNI, BNPB, BMKG, serta pemerintah daerah dalam mengatasi kebakaran. Seluruh unsur gabungan terus memperkuat patroli udara, deteksi dini, hingga modifikasi cuaca secara berkesinambungan.
“Polda Jambi bersama TNI, BNPB, BMKG, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan patroli udara, deteksi dini, water bombing dan operasi modifikasi cuaca,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Kepolisian meminta warga menghentikan kebiasaan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat segera melaporkan setiap potensi kebakaran hutan di lingkungan sekitar.(ar)









