Jambi, oegopost.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan terus membayangi wilayah Provinsi Jambi seiring peningkatan suhu pada puncak musim kemarau. Tim Pertamina EP Jambi bergerak cepat membantu proses pemadaman kebakaran lahan jambi di berbagai area sekitar fasilitas operasional perusahaan.
Langkah tanggap darurat ini bertujuan menjaga keselamatan warga sekitar sekaligus mengamankan objek vital nasional. Perusahaan memperketat pengawasan karena titik api berpotensi meluas dan merusak ekosistem lingkungan.
Tim Pemadam Pertamina EP Jambi Padamkan Api
Petugas gabungan Pertamina EP Jambi menyisir titik api di Purnama, Kota Jambi pada Kamis (20/8). Dua hari berselang, Sabtu (22/8), tim kembali memadamkan kebakaran di Jalan Lintas Sumatera KM 34 dan kawasan SMA 5 Bajubang, Kabupaten Batanghari.
Aksi penanganan berlanjut pada Senin (24/8) di kawasan KM 29 Tempino serta Desa Sebapo, Kecamatan Mestong. Mayoritas area yang terbakar merupakan lahan semak belukar dan perkebunan warga yang berbatasan langsung dengan area kerja perusahaan.
Field Manager Pertamina EP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, mengonfirmasi pergerakan cepat jajaran personelnya di lapangan. Pihaknya langsung menerjunkan tim begitu menerima laporan titik api dari petugas patroli maupun warga.
Kurniawan menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan keandalan fasilitas operasi menjadi prioritas utama perusahaan. Keterlambatan penanganan beberapa menit saja bisa berakibat fatal karena angin kencang mempercepat penyebaran api.
Strategi Armada Dan Patroli Cegah Kebakaran Meluas
Fungsi Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pertamina EP Jambi menempatkan tiga unit fire truck di titik strategis. Armada pemadam ini siaga penuh di wilayah Kenali Asam, Bajubang, serta Petaling.
Setiap truk pemadam selalu berada dalam kondisi siap tempur dengan pasokan air serta bahan bakar yang terisi penuh. Strategi pengerahan cepat ini memangkas waktu tanggap personel saat menangani darurat kebakaran.
Petugas memanfaatkan patroli rutin jalur darat untuk mendeteksi munculnya asap sejak dini. Selain memantau lokasi secara langsung, perusahaan mengandalkan laporan masyarakat untuk mempercepat verifikasi lapangan.
Pengisatan tangki air secara berkala memastikan armada pemadam dapat langsung meluncur tanpa perlu persiapan ulang. Kecepatan respons menjadi kunci utama memadamkan kobaran api sebelum membesar.
Kurniawan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar. Kolaborasi erat antara perusahaan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga sangat menentukan keberhasilan penanganan karhutla.
Pertamina EP Jambi Field sendiri beroperasi di bawah naungan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. Kegiatan eksplorasi migas di wilayah Sumbagsel ini mendapat pengawasan langsung dari SKK Migas.
Wilayah kerja Pertamina EP Jambi mencakup area yang luas di tiga kabupaten dan kota. Operasional perusahaan menjangkau delapan kecamatan serta 26 desa yang tersebar di Provinsi Jambi.(ar)









