Kota Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat pemenuhan kebutuhan energi bersih bagi masyarakat di wilayahnya. Melalui program terbaru, pemerintah daerah menyasar belasan ribu keluarga untuk mendapatkan fasilitas energi memasak secara cuma-cuma.
Pemkot Jambi menargetkan 15.000 kepala keluarga (KK) menerima bantuan kompor gas gratis pada 2026 mendatang. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kota Jambi, Hendra Saputra menyampaikan langsung target besar tersebut.
Menurut Hendra, jumlah bantuan kompor ini selaras dengan total sambungan jaringan gas rumah tangga (jargas) yang dibangun. Pemerintah daerah mengerjakan infrastruktur pipa gas bumi tersebut secara bertahap sepanjang tahun 2025 hingga 2026.
Pemkot Jambi Petakan Wilayah Penerima Manfaat Jargas
Pemerintah Kota Jambi telah memetakan sejumlah wilayah yang akan menerima bantuan infrastruktur gas ini pada 2026. Wilayah-wilayah tersebut merupakan lokasi aktif pembangunan jaringan gas rumah tangga untuk sektor domestik.
Untuk Kecamatan Alam Barajo, proyek menyasar warga di Kelurahan Simpang Rimbo, Rawasari, dan Beliung. Sementara itu, warga Kecamatan Kota Baru akan menerima fasilitas serupa di Kelurahan Paal V dan Suka Karya.
Warga yang masuk dalam daftar penerima manfaat akan mendapatkan fasilitas lengkap dari pemerintah. Mereka menerima instalasi jargas mulai dari meteran gas, pipa saluran hingga area dapur, serta unit kompor gas.
Warga Nikmati Seluruh Fasilitas Pemasangan Secara Gratis
Ketua RT 12 Suka Karya di Kecamatan Kota Baru, Robin Robiansyah menyambut baik kehadiran program energi gratis ini. Ia menilai program jargas rumah tangga dari pemerintah mampu meringankan beban ekonomi masyarakat luas.
“Seluruh proses pemasangan jaringan gas hingga pembagian kompor kepada warga dilakukan secara gratis sehingga memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga,” ujar Robin pada Senin lalu.
Saat ini, petugas di lapangan belum mengaktifkan aliran gas bumi ke rumah-rumah warga. Petugas masih fokus melakukan pembersihan pada jaringan pipa yang tertanam di bawah tanah.
Setelah pembersihan selesai, petugas segera melanjutkan proses dengan memeriksa seluruh instalasi di setiap rumah. Langkah pengecekan ini bertujuan untuk memastikan jaringan gas benar-benar aman sebelum warga menggunakannya.
Kehadiran Jargas Menjadi Solusi Hemat bagi UMKM
Pelaksanaan proyek infrastruktur di lingkungan RT 12 Suka Karya sendiri berlangsung kondusif. Pekerja di lapangan langsung menutup kembali lubang bekas galian pipa setelah pekerjaan pemasangan selesai.
Pihak pelaksana jargas juga bertanggung jawab penuh atas setiap risiko yang muncul selama proses pemasangan. Mereka berkomitmen memberikan ganti rugi apabila terjadi kerugian akibat kelalaian dalam pekerjaan.
Dari total 78 kartu keluarga di lingkungan RT 12, sebanyak 48 KK telah terdaftar resmi sebagai penerima manfaat. Warga berharap pemerintah terus memperluas jangkauan program jargas ini ke wilayah lain.
Masyarakat menilai program jargas merupakan solusi jitu di tengah sulitnya memperoleh gas elpiji bersubsidi saat ini. Selain langka, harga gas tabung di pasaran juga terus merangkak naik. Kehadiran jaringan gas ini terbukti menekan biaya operasional pelaku UMKM sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.(ar)









