Tangis Keluarga Pecah Saat Penyerahan Jenazah Korban Kecelakaan Maut Bus ALS di Sumsel

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga korban menangis saat menerima jenazah korban kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki di RS Bhayangkara Palembang.( Poto : Tribunjambi.com ).

Keluarga korban menangis saat menerima jenazah korban kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki di RS Bhayangkara Palembang.( Poto : Tribunjambi.com ).

Palembang, oegopost.id – Tangis keluarga korban pecah saat petugas menyerahkan peti jenazah korban kecelakaan bus ALS Sumsel dan truk tangki di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Jumat (15/5/2026).

Suasana haru menyelimuti ruang penyerahan jenazah ketika Wakapolda Sumatera Selatan, Rony Samtana menyerahkan berkas dan surat kepada keluarga korban.

Sejumlah keluarga korban saling berpelukan sambil menangis di depan peti jenazah. Mereka tidak mampu menahan duka saat menerima anggota keluarga yang meninggal dalam kecelakaan tersebut.

“Ketika sampai mau langsung dimakamkan di Muratara, ini adik saya,” ujar Yasmin, kakak sopir truk tangki, Ariyanto.

Jasa Raharja Siapkan Santunan untuk Korban

Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Selatan, Mulkan mengatakan ahli waris korban meninggal dunia maupun korban luka akan menerima santunan setelah petugas menyelesaikan proses verifikasi data.

“Untuk korban meninggal dunia ahli waris akan menerima Rp50 juta, sedangkan untuk korban luka-luka maksimal Rp20 juta. Sesegera mungkin kami selesaikan proses santunan,” ujar Mulkan.

Ia menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan rumah sakit yang menangani korban agar proses penyaluran santunan berjalan cepat.

“Kami bekerja sama dengan rumah sakit yang merawat agar nanti bisa berhubungan dengan ahli warisnya,” katanya.

Tim DVI Berhasil Mengenali 14 Korban

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan bersama Pusdokkes Polri berhasil mengenali 14 korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara.

Petugas menyerahkan 11 jenazah kepada keluarga pada Jumat (15/5/2026).

Menurut Rony Samtana, tim DVI melakukan proses identifikasi melalui pencocokan data post mortem dan ante mortem, termasuk pemeriksaan DNA korban dan keluarga.

“Dari pemeriksaan post mortem dan ante mortem, terdapat 14 jenazah yang sudah berhasil kami identifikasi. Tiga jenazah lainnya masih dalam proses karena kami masih menunggu data pembanding,” ujarnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Jalinsum Bungo, Innova Zenix Terbakar dan Dua Orang Meninggal Dunia

Selain 17 korban meninggal dunia di lokasi kejadian, dua korban lain meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit, yakni Fahrul asal Tegal dan Jumiatun asal Pati, Jawa Tengah.

“Sehingga total korban meninggal dunia dalam peristiwa ini menjadi 19 orang, terdiri dari 17 korban di lokasi kejadian dan dua korban meninggal saat perawatan,” katanya.

Sementara itu, korban selamat bernama Ngadiono masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang dan kondisi kesehatannya mulai membaik.

“Pasien Ngadiono telah menjalani operasi kedua berupa pengangkatan jaringan nekrotik pada 11 Mei 2026 dan kini pindah ke ruang rawat inap,” jelasnya.

Pemeriksaan DNA Berjalan Menyeluruh

Karo Labdokkes Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty mengatakan tim laboratorium menjalankan seluruh pemeriksaan DNA secara profesional mulai dari ekstraksi sampel hingga analisis profil DNA.

Melalui pencocokan DNA, tim berhasil mengenali 11 jenazah. Sementara itu, petugas mengenali tiga korban lainnya menggunakan data sekunder.

Abella Zea Septiana teridentifikasi melalui data medis. Petugas juga mengenali Zulkifli dari kalung yang ia kenakan, sedangkan Sukono teridentifikasi dari dokumen identitas berupa KTP dan SIM yang ditemukan di lokasi.

Hingga kini, tim DVI masih menunggu sampel DNA pembanding dari keluarga untuk mengenali tiga jenazah lainnya.

Daftar 14 Korban yang Sudah Teridentifikasi

  • Aldi Sulistiawan
  • Hj. Syamsiah Bachri
  • Zulpan Efendi
  • Agustina Maharani
  • Martoni
  • Aryanto
  • Klinton Wardana Marbun
  • Bahrul Ulum
  • Syafruddin NST
  • Alif Supriyatin
  • Budiyanto
  • Abella Zea Septiana
  • Zulkifli
  • Sukono

Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri menaikkan penanganan kasus kecelakaan maut tersebut ke tahap penyidikan.

Baca Juga :  Tragedi Jalinsum Muratara: Bus ALS Tabrak Tangki BBM, 16 Orang Tewas Terbakar

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan kernet bus bernama Muhammad Fadli, sopir bus ALS diduga mencoba menghindari lubang di jalan sebelum kecelakaan terjadi.

Saat kejadian, bus ALS melaju menuju Sarolangun, Jambi, sedangkan truk tangki datang dari arah berlawanan menuju Lubuklinggau.

“Hasil penyelidikan dan keterangan saksi, kecelakaan terjadi akibat driver menghindari lubang di jalan. Saat ini perkaranya sudah naik ke penyidikan,” ujar Rony Samtana.

Namun, Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Maesa Soegriwo menyebut lubang di lokasi kecelakaan tidak terlalu dalam.

“Memang banyak lubang tapi tidak dalam. Saya kesana kedalaman lubang hanya sekitar 2 sentimeter, kalau soal percikan api tidak tahu dari mana,” kata Maesa.

Selain itu, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk sumber percikan api setelah benturan terjadi.

Kronologi Perjalanan Bus ALS

Berdasarkan keterangan kernet yang selamat, bus ALS memulai perjalanan dari Pati, Jawa Tengah dengan membawa dua penumpang.

Selanjutnya, bus melanjutkan perjalanan ke Semarang dengan tambahan lima penumpang.

Setelah itu, bus kembali membawa tiga penumpang dari Tegal dan tiga penumpang dari Lampung.

“Sekitar tanggal 4 itu bus sampai di Lampung. Sementara tidak ada yang lain lagi (penumpang), dari keterangan kernet si Fadli ya begitu.

Segera kami lakukan gelar perkara bersama Kejaksaan juga,” ujar Maesa Soegriwo.

Polda Sumatera Selatan bersama pihak kejaksaan akan segera menggelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya dalam kasus kecelakaan maut tersebut.

Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti dan mendalami keterangan para saksi, termasuk pihak perusahaan bus ALS.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Basarnas Sisir Perairan Anak Krakatau
Pemkot Sungai Penuh Raih Pemimpin Daerah Award 2026 Kategori Inovasi Daerah
KPU RI Tegaskan Pelaksanaan PAW Anggota DPRD Wajib Berpedoman pada UU Pemda
Gubernur NTB dan NTT Tinjau Bantuan Gempa Manggarai Timur di Posko Pengungsian
Kebakaran Desa Adat Sade Lombok: Gubernur NTB Tinjau Langsung Penanganan Darurat
Nuzran Joher Resmi Jadi Ketua Ombudsman RI Masa Jabatan 2026–2031
Achmad Fachri Mubarok, Siswa SMKN 1 Jambi Jadi Komandan Kelompok 8 Paskibraka Nasional 2026
Evakuasi Korban Terjebak Gempa NTT Terus Berjalan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:08 WIB

Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Basarnas Sisir Perairan Anak Krakatau

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Pemimpin Daerah Award 2026 Kategori Inovasi Daerah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:57 WIB

KPU RI Tegaskan Pelaksanaan PAW Anggota DPRD Wajib Berpedoman pada UU Pemda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:20 WIB

Gubernur NTB dan NTT Tinjau Bantuan Gempa Manggarai Timur di Posko Pengungsian

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade Lombok: Gubernur NTB Tinjau Langsung Penanganan Darurat

Berita Terbaru

Plt Sekwan DPRD Kota Jambi membagikan masker gratis bersama Pramuka guna melindungi warga dari paparan kabut asap.(poto : jambilink.id).

Daerah

Plt Sekwan DPRD Kota Jambi Bagikan Masker Gratis

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:46 WIB