Muaro Jambi, oegopost.id – Kasus kebakaran lahan baru kembali mengancam wilayah Kabupaten Muaro Jambi sejak Rabu, 8 Juli 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan kemunculan dua titik api baru di dua kecamatan berbeda. Langkah penanganan cepat segera tim satgas darat lakukan guna menghentikan sebaran api agar tidak semakin meluas.
Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat. Kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil positif dalam waktu yang relatif singkat. Anggota satgas darat berhasil menjinakkan kobaran api sebelum melalap vegetasi yang lebih luas.
“Dua titik api baru berhasil dipadamkan oleh petugas satgas darat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, di Sengeti, Kamis.
BPBD Muaro Jambi Temukan Dua Titik Api
Tambahan dua lokasi ini mengonfirmasi tren peningkatan peristiwa kebakaran dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, pihak BPBD mencatat telah terjadi tiga titik kebakaran di wilayah hukum Muaro Jambi. Penemuan terbaru ini menggenapi total kasus kebakaran lahan yang ditangani menjadi lima titik.
Laporan lapangan menyebutkan kebakaran paling mutakhir melanda dua kawasan terpisah secara hampir bersamaan. Lokasi pertama berada di Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh Ilir, yang berkobar pada Rabu malam. Amukan si jago merah di desa tersebut menghanguskan lahan kosong dengan estimasi luas mencapai lima hektare.
Petugas berjibaku menembus kegelapan malam demi mengisolasi pergerakan lidah api di lokasi. Beruntung, personel gabungan berhasil memadamkan sepenuhnya amukan api menjelang Kamis pagi. Langkah ini mencegah dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Total Luas Lahan Terbakar Capai Delapan Hektare
Sementara itu, titik kebakaran kedua terdeteksi di Kelurahan Ness, Kecamatan Jambi Luar Kota. Peristiwa yang terjadi pada hari yang sama tersebut menghanguskan lahan kosong seluas satu hektare. Petugas posko terdekat langsung melakukan pemadaman total agar api tidak mendekati pemukiman warga.
Jika diakumulasikan, total luas lahan yang terbakar di Kabupaten Muaro Jambi dalam sebulan terakhir mencapai hampir delapan hektare. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, seluruh area yang terbakar merupakan jenis tanah mineral. Karakteristik tanah ini cukup membantu petugas dalam mempercepat proses pemadaman di area terbuka.
“Beruntung yang terbakar adalah lahan mineral,” ujar Paruhuman Lubis menjelaskan kondisi medan operasional timnya.
Menurutnya, jika api sampai menyentuh kawasan lahan gambut, proses pemadaman tentu akan jauh lebih sulit dan memakan waktu lama. Karakter gambut yang menyimpan bara di dalam tanah sering kali memicu api berkobar kembali secara tiba-tiba.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Hutan Dan Lahan
Hingga saat ini, pihak BPBD belum dapat memastikan penyebab utama dari serangkaian kebakaran tersebut. Guna mengungkap faktor pemicu di lapangan, BPBD telah melakukan koordinasi intensif dengan aparat kepolisian. Penyelidikan ini penting untuk memberi efek jera jika ada unsur kesengajaan dari oknum masyarakat.
“Pihak kami masih terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Paruhuman Lubis menambahkan.
Menyikapi situasi musim kemarau yang kian kering, BPBD Muaro Jambi kini memperketat pengawasan di zona rawan. Fokus utama petugas mengarah pada langkah pencegahan dini serta penanggulangan cepat (quick response) di seluruh wilayah. Peta rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi acuan utama patroli rutin tim satgas di lapangan.(ar)









