Jambi, Ogopost.id – Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., menegaskan bahwa perubahan di lingkungan Polri wajib terwujud lewat tindakan nyata di lapangan. Ia melarang seluruh jajaran terjebak dalam slogan atau retorika manis tanpa ada perbaikan kinerja yang riil.
Widodo menyampaikan pesan tegas tersebut saat memimpin apel pagi di Lapangan Hitam Mapolda Jambi pada Kamis (15/10/2026). Barisan peserta apel mencakup Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., Irwasda, pejabat utama, jajaran kapolres, hingga personel operasional.
Jenderal bintang dua ini mengingatkan esensi sejati tugas kepolisian sebagai ladang pengabdian masyarakat. Ia meminta setiap polisi membuang jauh-jauh ambisi memburu pangkat, jabatan, maupun penghargaan seremonial semata.
Menurutnya, profesi polisi menuntut tanggung jawab moral yang berlandaskan kejujuran dan profesionalisme tinggi. Seluruh personel wajib menjaga kehormatan korps Bhayangkara di tengah dinamika tantangan sosial yang kian kompleks.
Ia memerintahkan anggota untuk tidak sekali-kali menyalahgunakan kewenangan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Polisi harus menjaga integritas pribadi agar tidak menyakiti perasaan publik atau mengkhianati amanah warga.
Widodo mendorong jajarannya memahami regulasi kedinasan secara utuh dan menjalankannya tanpa kompromi. Aparat penegak hukum wajib berdiri tegak di atas aturan yang berlaku saat menjalankan tugas harian.
Ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan bantuan konkret, bukan pameran seremonial institusi yang kaku. Polisi harus tanggap mendengarkan keluhan warga serta menghadirkan rasa aman yang adil dan humanis.
Masyarakat harus merasakan manfaat langsung dari kehadiran aparat di lingkungan tempat tinggal mereka. Kekecewaan publik akan memuncak jika aparat hanya tampak aktif dalam kegiatan formalitas belaka.
Pimpinan Satuan Wajib Evaluasi Kinerja Anggota Objektif
Widodo menaruh perhatian besar pada soliditas keluarga besar Polda Jambi dalam menghadapi berbagai agenda kamtibmas. Ia menuntut kekompakan internal tetap berlandaskan koridor hukum yang sah dan transparan.
Ia menegaskan loyalitas anggota kepada kesatuan tidak boleh menjadi tameng untuk menutup-nutupi kesalahan. Loyalitas sejati seorang prajurit Bhayangkara harus tertuju penuh pada penegakan hukum dan kepentingan rakyat.
Terkait agenda reformasi internal, Kapolda memerintahkan para pimpinan satuan kerja menggelar audit kinerja secara rutin. Perwira pengendali harus memantau anak buah secara objektif tanpa menutup-nutupi kelemahan di unit masing-masing.
Pengambilan keputusan taktis maupun strategis harus berpijak kokoh pada verifikasi data dan fakta lapangan. Manajemen kepolisian modern membutuhkan evaluasi berkala agar program kerja menghasilkan capaian yang terukur.
Widodo menagih pembuktian langsung melalui transformasi sikap mental, tata kelola kerja, serta perilaku harian personel. Ia menolak laporan kinerja administratif yang terlihat rapi di atas kertas namun miskin faedah di mata warga.
Setiap satuan kerja wajib memadukan analisis data dengan solusi konkret guna menyelesaikan gangguan ketertiban masyarakat. Langkah ini krusial untuk mempertahankan akuntabilitas kinerja Polda Jambi secara berkesinambungan.
Widodo mengajak seluruh jajaran memelihara semangat kebersamaan demi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Polda Jambi harus menjelma sebagai institusi yang responsif, berintegritas tinggi, dan transparan.
Ia menutup arahannya dengan seruan agar personel mengemban amanah dinas dengan penuh keikhlasan. Pembuktian dedikasi aparat terletak pada manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.(ar)









