Bungo, oegopost.id – Pengurus Daerah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia menggelar webinar keilmuan sebelum pelantikan pengurus ISMI Bungo pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Langkah ini menjadi bukti bahwa mesin organisasi sudah bergerak aktif melahirkan gagasan sebelum resmi mengukuhkan kepengurusan baru.
Acara yang berlangsung secara daring sejak pukul 09.00 WIB ini mengusung tema eksistensi adat Melayu Bungo di tengah arus globalisasi. Pengurus memilih topik mendasar tersebut untuk menjawab tantangan zaman yang kian dinamis dan serba digital.
Ketua PD ISMI Kabupaten Bungo, M. Mahili HM, S.H., M.H., menegaskan bahwa forum intelektual sengaja mengawali seluruh rangkaian acara pelantikan. Pihaknya berkomitmen membawa organisasi sarjana ini langsung bekerja nyata tanpa harus menunggu seremoni usai.
Mahili menilai globalisasi dan kemajuan teknologi informasi bukanlah halangan untuk melestarikan tradisi lokal. Generasi muda Bungo harus mampu menguasai teknologi modern tanpa perlu kehilangan identitas serta akar budaya tempat mereka tumbuh.
Mengupas Tantangan Kebudayaan Dan Peran Intelektual Daerah
Webinar ilmiah ini menghadirkan tiga narasumber yang membedah persoalan adat dari pelbagai sudut pandang secara komprehensif. Drs. H. Rifai Abtes, M.Sy. mengawali sesi dengan memaparkan nilai dasar adat Melayu Bungo serta strategi pelestariannya.
Sesi berikutnya menampilkan Dr. Feerlie Moonthana, S.Pd., M.M., M.Pd. yang menyoroti pentingnya peran akademisi dalam merevitalisasi budaya daerah. Kaum intelektual memikul tanggung jawab besar untuk mendokumentasikan serta mengkaji kembali nilai tradisi agar tetap relevan.
Sementara itu, Sopriyanto, S.Sy., M.H. menyampaikan materi dari perspektif pemuda terkait tantangan penerusan nilai budaya. Keberlanjutan tradisi sangat bergantung pada kemauan generasi penerus dalam memahami dan menjalankan filosofi adat tersebut.
Ketua PD ISMI Bungo M. Mahili HM turut memberikan gagasan utamanya sebagai pembicara kunci dalam diskusi tersebut. Dr. M. Roken Fadly, MK, S.H., M.H. memandu jalannya alur pembicaraan interaktif ini hingga selesai.
Membangun Tradisi Intelektual Baru Jelang Prosesi Pelantikan
Setelah agenda diskusi selesai, rangkaian acara berlanjut pada prosesi pengukuhan kepengurusan masa bakti 2026-2031 pada Sabtu siang. Ketua Wilayah ISMI Provinsi Jambi, Hj Ernawati, memimpin langsung pengambilan ikrar pengurus di hadapan para undangan.
Sekretaris Wilayah ISMI Provinsi Jambi, Dr. Fahmi Rasyid, S.E., M.AP., membacakan naskah Surat Keputusan penetapan struktur organisasi. Pengurus juga melakukan penandatanganan berita acara serta penyerahan bendera pataka sebagai tanda pengesahan amanah baru.
Fahmi Rasyid menyampaikan apresiasi tinggi atas terobosan ISMI Bungo yang mengawali pelantikan dengan tradisi keilmuan. Langkah inovatif ini mencerminkan identitas sejati organisasi yang dihuni oleh para sarjana dan akademisi daerah.
Pihak panitia menyiarkan seluruh jalannya webinar secara terbuka melalui platform Zoom dan kanal YouTube resmi ISMI Bungo Official. Masyarakat umum mengikuti diskusi interaktif ini secara gratis serta mendapatkan fasilitas sertifikat elektronik dari panitia penyelenggara.
Melalui forum ilmiah ini, ISMI Bungo membuktikan komitmennya untuk mengawal masa depan Adat Melayu Bungo secara berkelanjutan. Organisasi ini siap menjadi wadah pemikir yang menghubungkan para akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah.(ar)









