Kerinci, oegopost.id – Angka inflasi daerah kabupaten kerinci mencatatkan rekor terendah di Provinsi Jambi pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik merekam laju inflasi tahunan di Kerinci sebesar 3,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen mencapai 115,63.
Capaian ini menempatkan Kabupaten Kerinci di bawah daerah lain seperti Muara Bungo yang mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,21 persen. Pemerintah daerah dan BPS menilai dinamika harga di wilayah Kerinci masih sangat stabil dan terkendali.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menyampaikan rilis perkembangan harga tersebut pada Senin. Ia menjelaskan bahwa pergerakan harga komoditas di tingkat daerah ikut memengaruhi stabilitas ekonomi provinsi.
Tingkat Inflasi Kerinci Berada Di Posisi Terendah
Kabupaten Kerinci menjadi salah satu dari empat daerah yang masuk dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen BPS. Angka inflasi Kerinci yang sebesar 3,14 persen ini berada di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 3,25 persen.
Penyebab utama perbedaan tingkat inflasi antardaerah ini adalah pasokan bahan pangan yang relatif aman di Kerinci. Sebagai daerah penghasil holtikultura, Kerinci mampu menekan lonjakan harga pangan lokal.
BPS mencatat bahwa secara umum Provinsi Jambi justru mengalami deflasi bulanan sebesar 0,06 persen pada Juli. Sementara itu, inflasi tahun kalender tingkat provinsi tercatat berada pada angka 1,73 persen.
Kondisi pasokan pangan strategis di wilayah Kerinci memberikan dampak positif terhadap pengendalian harga harian. Hal ini menjaga daya beli masyarakat tempatan agar tetap stabil dan terjangkau.
Pendorong Inflasi Dan Kelompok Pengeluaran Utama Masyarakat
Kenaikan harga pada tingkat provinsi masih dipengaruhi oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,35 persen. Sektor transportasi turut menyumbang inflasi tahunan cukup tinggi, yakni sebesar 4,73 persen.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mengalami peningkatan harga tahunan sebesar 4,42 persen. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan kenaikan sebesar 4,24 persen.
Sektor kesehatan mengalami peningkatan biaya sebesar 4,18 persen bagi masyarakat. Sementara itu, kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga naik sebesar 2,55 persen.
Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tercatat mengalami kenaikan harga yang relatif stabil sebesar 1,66 persen. Adapun sektor pendidikan dan sektor perumahan masing-masing naik sebesar 1,40 persen dan 1,03 persen.
Beberapa komoditas utama yang mendorong kenaikan harga tahunan meliputi emas perhiasan, bensin, dan cabai merah. Selain itu, minyak goreng, daging ayam ras, serta daging sapi juga memberikan andil inflasi.
Penurunan Harga Pangan Dan Upaya Menjaga Stabilitas
Meskipun inflasi tahunan meningkat, penurunan harga beberapa bahan pokok berhasil menekan kenaikan harga bulanan. Komoditas seperti bawang merah, cabai merah, dan telur ayam ras mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
Sayuran segar seperti bayam, kangkung, dan tomat juga ikut menyumbang deflasi pada periode bulanan ini. Kondisi ini membawa angin segar bagi para konsumen dan ibu rumah tangga di daerah.
BPS menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas strategis secara rutin. Langkah ini dilakukan guna menyediakan data statistik yang akurat bagi pemerintah daerah.
Aidil Adha menyebutkan bahwa data inflasi menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah. Kebijakan yang tepat akan menjaga kelancaran distribusi pasokan pangan ke pasar-pasar tradisional.
Pemerintah daerah diharapkan terus mempertahankan stabilitas pasokan demi menjaga kesejahteraan warga Kerinci. BPS akan selalu menyajikan laporan ekonomi secara akurat dan tepat waktu.(ar)









