Jakarta, oegopost.id – Langkah skuad Garuda terhenti setelah timnas MLBB Indonesia final harus mengakui keunggulan telak Myanmar dengan skor 0-4, Kamis (1/10/2026). Pertandingan penentuan medali emas perdana nomor Mobile Legends ini berlangsung di Aichi Sky Expo, Tokoname, Jepang.
Kekalahan dalam duel berformat best of seven tersebut memaksa armada Merah Putih puas membawa pulang medali perak. Sementara itu, Myanmar sukses mengukir sejarah manis sebagai peraih emas pertama cabang olahraga ini.
Medali perunggu nomor ini resmi menjadi milik Malaysia dan Mongolia usai tersingkir pada babak semifinal. Raihan perak ini menambah perolehan medali kontingen esports Indonesia setelah sebelumnya meraih perak pada nomor Pokémon UNITE.
Perjalanan Myanmar menuju podium tertinggi memang terbilang sangat mulus sejak awal turnamen bergulir. Pasukan Yangon Galacticos tersebut menyapu bersih kemenangan Grup A atas Uzbekistan serta Hong Kong tanpa cela.
Mereka kemudian menyingkirkan Kamboja dengan skor 2-1 di perempat final dan melibas Malaysia dua game langsung. Wakil Asia Tenggara itu tercatat hanya kehilangan satu game sepanjang kejuaraan sebelum akhirnya menembus babak pamungkas.
Sebaliknya, perjuangan Indonesia menembus partai puncak melewati jalan terjal sejak babak penyisihan grup. Skuad Merah Putih sempat menelan kekalahan 0-2 dari Malaysia sebelum bangkit mengalahkan Arab Saudi, Filipina, dan Mongolia.
Perjuangan Timnas Indonesia Hadapi Gempuran Agresif Lawan
Memasuki game pertama, Indonesia sempat mengamankan first blood sebelum Myanmar membalikkan kendali pertarungan lewat perebutan Lord. Tim lawan akhirnya menuntaskan perlawanan skuad asuhan Kenny Deo ini dalam tempo 13 menit dengan skor kill 12-3.
Indonesia berusaha bangkit pada game kedua lewat keunggulan kill 5-1 dan penguasaan dua objektif Turtle awal. Namun, Myanmar membalikkan situasi lewat pertempuran pit Lord serta aksi maniac Shine Lin Aung hingga menang 19-13.
Dominasi Myanmar kian tak terbendung ketika memasuki game ketiga dengan mengandalkan Gloo dan hero Aulus andalan mereka. Mereka mengunci kemenangan telak 16-2 hanya dalam kurun waktu 12 menit setelah meruntuhkan Crystal pertahanan Indonesia.
Indonesia menurunkan komposisi pemain terbaik Alter Ego yakni Nino, Yazukee, Hijumee, Arfy, serta alekk sepanjang laga final. Sementara itu, Myanmar tampil sangat solid lewat koordinasi Ying, Hannn, Kaize, Sanji, dan Blink di arena.
Bentrokan sengit kembali tersaji pada game keempat saat kedua tim saling membalas kill di area sungai. Indonesia sempat membuka asa lewat inisiasi cepat alekk serta pengamanan Turtle pertama oleh Yazukee.
Situasi berbalik ketika jungler Hannn berulang kali memenangi adu Retribution saat perebutan objektif monster penting. Myanmar langsung memperlebar jarak keunggulan gold dan mengurung pergerakan seluruh pemain Merah Putih di area markas.
Myanmar Kunci Medali Emas Perdana Tanpa Balas
Tekanan bertubi-tubi lawan memaksa pertahanan lapis luar Indonesia runtuh secara perlahan sebelum menit kedua belas. Gempuran Lord kedua membuat para pemain bertahan kewalahan membendung dorongan minion di dua jalur berbeda.
Sanji tampil sangat agresif mengacak-acak lini belakang Indonesia lewat serangkaian takedown beruntun yang mematikan formasi tim. Serangan pamungkas bersama Lord kedua langsung menyudahi perlawanan Indonesia dengan catatan kill akhir 14-7.
Kemenangan bersih 4-0 mengukuhkan dominasi penuh para pemain Yangon Galacticos di kancah internasional edisi tahun ini. Tim asal Myanmar tersebut sebelumnya juga sukses menorehkan prestasi sebagai runner-up Mid Season Cup di Paris.
Bagi kontingen Indonesia, hasil pertandingan ini tetap menjadi pencapaian berharga dalam sejarah partisipasi resmi nomor esports. Para pemain telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik demi mengharumkan nama bangsa di panggung bergengsi Asia.(ar)









