Batanghari, oegopost.id – Kenaikan harga Pertamax naik mulai mengubah pola pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Batang Hari.
Sejumlah pengguna kendaraan memilih Pertalite untuk menekan biaya operasional setelah terjadi penyesuaian harga.
Pantauan di SPBU 24.366.90 Pal 3, Kecamatan Muara Bulian, memperlihatkan antrean kendaraan di jalur Pertalite lebih ramai dibandingkan jalur Pertamax.
Pada waktu yang sama, jalur Pertamax tampak lebih lengang dan beberapa kali tidak menunjukkan antrean.
Perubahan pola pembelian terlihat sejak masyarakat mengetahui harga baru Pertamax. Selisih harga yang cukup besar membuat sebagian pengguna menghitung ulang pengeluaran harian mereka.
Salah satu pengguna kendaraan di Muara Bulian, Kiki (27), mengatakan kenaikan harga tersebut langsung memengaruhi biaya operasional sehari-hari. Ia mengetahui informasi kenaikan harga melalui media sosial.
“Saya baru tahu tadi pagi dari media sosial,” katanya, Rabu.
Selisih Harga Jadi Alasan Pengguna Beralih
Kiki menjelaskan bahwa sebelumnya ia rutin membeli Pertamax untuk kendaraan yang digunakan setiap hari. Namun kini ia mulai mencoba Pertalite agar pengeluaran bulanan lebih terkendali.
Menurutnya, kendaraan menjadi kebutuhan utama untuk bekerja dan menjalankan aktivitas harian. Karena itu, perubahan harga BBM langsung memengaruhi perencanaan pengeluaran.
Kondisi ini muncul setelah harga Pertamax berubah dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan sebesar Rp3.950 per liter membuat pengguna kendaraan mempertimbangkan ulang pilihan bahan bakar.
Di lokasi SPBU, lebih banyak kendaraan masuk ke jalur Pertalite. Sebaliknya, jumlah kendaraan yang mengisi Pertamax terlihat lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
“Biasanya pakai Pertamax, tapi sekarang coba Pertalite dulu. Selisihnya cukup besar untuk menghemat,” ujarnya.
Kenaikan harga BBM membuat masyarakat lebih selektif saat menentukan kebutuhan kendaraan. Banyak pengguna mulai menyesuaikan pengeluaran agar tetap seimbang dengan kebutuhan lain.
Masyarakat juga menghadapi kenaikan biaya pada sejumlah kebutuhan sehari-hari. Karena itu, perubahan harga bahan bakar menjadi perhatian utama bagi pengguna kendaraan.
Situasi di SPBU Muara Bulian menunjukkan bahwa perubahan harga dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam waktu singkat. Sebagian pengguna memilih alternatif yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi pengeluaran saat ini.
Kiki berharap harga BBM dapat lebih stabil sehingga masyarakat tidak kembali menghadapi tambahan beban biaya.
“Semoga tidak naik lagi, karena kebutuhan sehari-hari juga sudah banyak yang naik,” tutupnya.(ar)









