Gempa M 4,5 Guncang Padang Pariaman, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG Shake Map Senin (8/6/2026). Gempa terjadi di pantai barat Sumbar( poto : kompas.com )

BMKG Shake Map Senin (8/6/2026). Gempa terjadi di pantai barat Sumbar( poto : kompas.com )

Padang, oegopost.id – Gempa padang pariaman mengguncang wilayah Kabupaten Padang Pariaman pada Senin (8/6/2026) pukul 13.39 WIB. Getaran gempa tektonik ini tercatat memiliki magnitudo 4,5 berdasarkan analisis awal dari BMKG.

BMKG langsung memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga laporan terakhir, tidak ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Pusat Gempa Berada di Laut Selatan Padang Pariaman

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa pusat gempa atau episenter berada di laut. Titik koordinat gempa tercatat pada 0,88 LS dan 100,25 BT.

BMKG mencatat lokasi gempa berada sekitar 28 kilometer arah selatan Padang Pariaman dengan kedalaman 68 kilometer. Kondisi ini menunjukkan bahwa gempa terjadi cukup dalam di bawah permukaan laut.

“Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 68 kilometer,” jelas Suaidi dalam keterangannya.

Dengan karakteristik tersebut, BMKG mengklasifikasikan gempa sebagai gempa bumi dalam yang umumnya dipicu aktivitas tektonik di zona subduksi.

BMKG menjelaskan bahwa gempa ini terjadi akibat aktivitas di zona subduksi. Wilayah Sumatera memang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif yang kerap memicu gempa bumi.

Baca Juga :  Jemaah Haji Asal Kerinci dan Merangin Ikuti OSS di Asrama Haji Jambi

Suaidi menegaskan bahwa mekanisme subduksi menjadi penyebab utama getaran yang dirasakan di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa.

“Gempa bumi dalam ini terjadi akibat adanya aktivitas di zona subduksi,” ujarnya.

Meski terjadi di laut, kedalaman gempa membuat dampaknya di permukaan relatif terbatas.

Guncangan Dirasakan di Tiga Wilayah Sumbar

Hasil pemetaan guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan getaran gempa dirasakan di beberapa daerah dengan intensitas berbeda. Tiga wilayah utama mencatat skala II–III MMI, yaitu:

  • Kota Padang: II–III MMI
  • Kabupaten Padang Pariaman: II–III MMI
  • Kota Pariaman: II–III MMI

Skala II–III MMI menunjukkan banyak orang di dalam rumah merasakan getaran. Beberapa benda ringan yang tergantung ikut bergoyang, dan getaran terasa seperti truk melintas.

Warga di sejumlah lokasi mengaku merasakan guncangan singkat, meski tidak semua orang menyadarinya karena sedang beraktivitas.

Hingga siang hari, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun dampak signifikan lainnya. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi pascagempa tetap aman.

BMKG juga menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami karena karakteristik pusat gempa yang dalam dan tidak memicu deformasi dasar laut secara signifikan.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Indonesia pada 8 Mei 2026

Selain itu, hasil monitoring hingga pukul 12.04 WIB menunjukkan belum ada aktivitas gempa susulan (aftershock) yang terdeteksi.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga di minta mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG untuk memastikan data yang akurat.

Ketenangan masyarakat di nilai penting agar tidak terjadi kepanikan di tengah aktivitas harian. Pemerintah daerah juga terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan.

Sejumlah warga di Kota Pariaman mengaku tidak merasakan gempa secara jelas karena sedang beraktivitas. Salah seorang warga, Vandi, menyebut kondisi di tempatnya bekerja tetap normal tanpa gangguan berarti.

“Mungkin karena sedang beraktivitas. Semoga tidak ada gempa susulan,” ujarnya.

Hingga kini, situasi di wilayah Padang Pariaman dan sekitarnya terpantau aman dan kondusif pascagempa. BMKG tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas seismik berikutnya.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Jambi dan Bank Indonesia Pacu Sektor Energi untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Gubernur Al Haris Resmi Buka Pekan Kebudayaan Jambi 2026
Gubernur Jambi Al Haris Murka ASN Masuk Kantor Saat WFH
Pemkot Sungai Penuh Pacu Penyusunan KLHS RDTR Perkotaan 2026–2046
Wali Kota Alfin Hadiri Pengukuhan Pengurus DWP Kota Sungai Penuh
Wawako Azhar Hamzah Hadiri Bimtek ASWAKADA 2026 di Batam
Polsek Bahar Selatan Gencarkan Sambang Warga demi Kamtibmas Kondusif dan Sosialisasi Bahaya Judi Online
Antisipasi Penurunan Debit Batanghari, Pemkot Jambi Siapkan Langkah Darurat Pasokan Air Bersih
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pemprov Jambi dan Bank Indonesia Pacu Sektor Energi untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:00 WIB

Gubernur Al Haris Resmi Buka Pekan Kebudayaan Jambi 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:41 WIB

Gubernur Jambi Al Haris Murka ASN Masuk Kantor Saat WFH

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:18 WIB

Pemkot Sungai Penuh Pacu Penyusunan KLHS RDTR Perkotaan 2026–2046

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:05 WIB

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Bimtek ASWAKADA 2026 di Batam

Berita Terbaru

Gubernur Jambi Al Haris resmi membuka gelaran Pekan Kebudayaan Jambi 2026 di Anjungan Kota Jambi, Taman Mini Melayu Jambi, Kamis (23/7/2026).(poto:jamberita.com).

Daerah

Gubernur Al Haris Resmi Buka Pekan Kebudayaan Jambi 2026

Jumat, 24 Jul 2026 - 13:00 WIB

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan ASN harus mematuhi kebijakan WFH agar efisiensi anggaran operasional pemerintah benar-benar tercapai, Kamis (23/7/2026).(poto: tribunjambi.com)

Daerah

Gubernur Jambi Al Haris Murka ASN Masuk Kantor Saat WFH

Jumat, 24 Jul 2026 - 08:41 WIB