Sarolangun, oegopost.id – Bocah hanyut di Sarolangun Jambi menjadi perhatian warga setelah Bambang, bocah 8 tahun, terseret arus Sungai Batang Tembesi saat mandi di Desa Rangkiling Simpang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, pada Selasa (9/6/2026) sore.
Tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian hingga Rabu siang, namun mereka belum menemukan korban.
Bambang bermain dan mandi di aliran Sungai Batang Tembesi bersama tiga temannya pada sore hari. Anak-anak itu menikmati waktu bermain di sungai yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
Namun arus sungai tiba-tiba menguat saat mereka masih berada di air. Arus deras langsung menyeret Bambang ke tengah sungai hingga ia menghilang dari pandangan teman-temannya.
Teman korban segera berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar setelah melihat Bambang terbawa arus.
Warga dan Keluarga Langsung Bergerak
Keluarga korban dan warga sekitar langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi kejadian. Mereka menyusuri tepian sungai dan mencoba mencari korban di sekitar titik terakhir terlihat.
Warga memperluas pencarian hingga malam hari, namun mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Bambang. Arus sungai yang deras membuat pencarian manual menjadi sulit.
Setelah upaya awal tidak membuahkan hasil, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
Tim dari Kantor SAR Jambi langsung mengirimkan Rescue Pos SAR Bungo ke lokasi kejadian setelah menerima laporan.
Pos SAR Bungo kemudian memimpin operasi pencarian bersama tim gabungan. Mereka menyisir Sungai Batang Tembesi dari titik awal korban hilang hingga ke arah hilir.
Petugas SAR menyusuri sisi kanan sungai dengan jarak sekitar 4 kilometer. Mereka memeriksa beberapa titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus.
Tim juga mengatur pola pencarian agar bisa menjangkau area yang lebih luas sepanjang aliran sungai.
Pencarian Masih Belum Menemukan Hasil
Hingga Rabu siang, tim SAR belum menemukan keberadaan Bambang. Mereka tetap melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran.
Arus sungai yang deras dan kondisi medan menjadi tantangan utama di lapangan. Meski begitu, tim SAR terus bekerja untuk mempercepat proses pencarian.
Warga sekitar juga tetap berada di lokasi untuk memantau perkembangan operasi SAR dan memberikan bantuan jika diperlukan.
Tim SAR memastikan pencarian akan terus berlanjut sampai korban ditemukan. Mereka tetap melakukan koordinasi di lapangan untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.
Media TribunJambi.com melaporkan bahwa proses pemantauan dan konfirmasi kepada pihak terkait masih berlangsung.
Peristiwa ini sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama ketika arus mulai meningkat secara tiba-tiba.(ar)









