Jambi, oegopost.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E. (Hesti Haris), memberikan motivasi dan apresiasi tinggi kepada 34 peserta pelatihan di Balai Kerajinan Rakyat Selaras Pinang Masak, Mudung Laut, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, Senin (27/7/2026). Beliau meninjau langsung para perajin muda yang berhasil menyelesaikan pelatihan batik kontemporer Jambi dengan hasil yang sangat memuaskan.
Kegiatan pembinaan ini berlangsung intensif sejak Juni hingga Agustus 2026 sebagai wujud nyata pengembangan ekonomi kreatif daerah. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) ini terwujud atas kerja sama Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama Dekranasda Provinsi Jambi.
Hesti Haris menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas capaian seluruh peserta pelatihan dalam waktu singkat. Beliau mengagumi kemampuan para peserta yang sudah bisa memproduksi karya seni berkualitas tinggi hanya dalam waktu satu bulan.
“Alhamdulillah, dalam waktu yang relatif singkat para peserta telah mampu menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa generasi muda Jambi memiliki potensi besar untuk berkarya dan mengembangkan industri kreatif berbasis budaya,” ujar Hesti Haris saat meninjau hasil karya peserta.
Pelatihan Batik Kontemporer Membekali Peserta Jiwa Kewirausahaan
Panitia merancang program pelatihan ini untuk memberikan dampak jangka panjang bagi para pemuda lokal. Pihaknya tidak sekadar mengajarkan teknik dasar membatik, melainkan juga menanamkan pemahaman bisnis yang matang.
Instruktur membekali seluruh peserta dengan pengetahuan manajemen wirausaha agar siap membuka usaha mandiri. Langkah strategis ini bertujuan agar para alumni mampu menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan masing-masing.
Pengembangan kapasitas ini menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem UMKM sektor kriya di Provinsi Jambi. Oleh karena itu, para perajin muda mendapatkan pendampingan khusus agar karya mereka siap menembus pasar lokal maupun nasional.
Hesti Haris optimis bahwa lulusan program ini akan tumbuh menjadi pengusaha muda yang mandiri dan berdaya saing. Momentum pelatihan ini menjadi batu pijakan awal untuk membangun bisnis kerajinan berbasis warisan budaya daerah.
Karya Perajin Muda Tampil Pada Peragaan Busana
Dekranasda Provinsi Jambi telah menyiapkan panggung khusus untuk mempromosikan hasil karya para peserta pelatihan. Pihaknya akan memamerkan seluruh koleksi busana batik buatan perajin muda dalam ajang peragaan busana (fashion show).
Rangkaian pameran tersebut akan berlangsung di berbagai event resmi yang diselenggarakan oleh Dekranasda Provinsi Jambi. Bahkan, hasil karya para peserta dijadwalkan tampil memukau pada ajang Syukuran Dekranasda Provinsi Jambi mendatang.
“Karya-karya ini akan kami tampilkan dalam berbagai kesempatan. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa anak-anak muda Jambi mampu menghasilkan batik kontemporer yang kreatif, berkualitas, dan memiliki daya saing,” tegas Hesti Haris.
Langkah promosi ini membuka jalan bagi para perajin pemula untuk mendapatkan pembeli dan investor potensial. Di samping itu, peragaan busana tersebut bertujuan mengenalkan tren batik kontemporer Jambi kepada khalayak yang lebih luas.
Jaga Standar Mutu Produk Agar Mampu Bersaing
Hesti Haris mengingatkan para peserta mengenai pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas setiap lembar kain batik. Beliau mendorong para perajin muda untuk terus melahirkan inovasi baru tanpa menghilangkan ciri khas motif lokal Jambi.
Sentuhan inovasi yang berkelanjutan membuat karya batik kontemporer tetap di minati oleh pasar modern yang dinamis. Pada akhirnya, produk kerajinan bernilai tinggi akan selalu menjadi pilihan utama para pencinta fashion tanah air.
“Orang membeli bukan karena rasa kasihan, tetapi karena produk yang di hasilkan memang berkualitas. Karena itu teruslah belajar, berinovasi, dan menjaga mutu setiap karya yang di buat,” pesan Hesti Haris secara mendalam.
Melalui program kemitraan ini, Dekranasda Provinsi Jambi terus berkomitmen menggerakkan roda perekonomian para pelaku UMKM. Pemerintah daerah terus memperluas lapangan kerja bagi tenaga muda sekaligus melestarikan kekayaan wastra dan budaya lokal.(ar)









