Jambi, oegopost.id – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menyatakan optimisme tinggi terhadap kebijakan baru pemerintah pusat. Ia meyakini program makan bergizi gratis gagasan Presiden Prabowo Subianto bakal mempercepat pengentasan kasus stunting di tanah air.
Menurut pria yang akrab disapa SAH ini, pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan stunting hanya dengan pendekatan kuratif atau pengobatan saja. Langkah penanganan harus menyasar langsung pada akar masalah, yaitu pemenuhan kebutuhan gizi berkualitas bagi anak-anak sejak usia dini.
Legislator senayan ini juga menambahkan bahwa intervensi gizi tersebut wajib menyasar ibu hamil dan menyusui. SAH memandang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang yang nyata untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.
Intervensi Gizi Sejak Dini Putus Rantai Stunting
Selama ini, sebagian masyarakat masih menganggap stunting sekadar masalah gangguan pertumbuhan tinggi badan pada anak. Padahal, kondisi gagal tumbuh ini berdampak buruk jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) pada masa depan.
“Saya meyakini Program Makan Bergizi Gratis menjadi langkah strategis Presiden Prabowo untuk memutus mata rantai stunting di Indonesia,” ujar SAH.
Kualitas generasi muda, lanjutnya, menjadi faktor penentu utama keberhasilan dan kemajuan suatu bangsa di panggung dunia. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi seimbang akan menunjukkan pertumbuhan fisik yang jauh lebih optimal.
Asupan makanan sehat yang konsisten juga terbukti mendongkrak kemampuan belajar anak di sekolah. Ketika memasuki usia produktif nanti, mereka akan memiliki daya saing yang jauh lebih tinggi.
Bentuk Keberpihakan Negara Bagi Keluarga Kurang Mampu
Program MBG ini sekaligus mencerminkan kehadiran dan keberpihakan negara terhadap keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi. Faktor finansial seringkali menjadi hambatan utama bagi orang tua dalam menyediakan makanan bergizi untuk buah hati mereka.
SAH menilai dukungan langsung dari pemerintah pusat ini akan memperkuat kerja keras pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting. Sinergi antarlini pemerintahan ini diharapkan mampu menciptakan penurunan kasus secara konsisten dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar program memberi makan. Ini adalah investasi besar bagi masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Tokoh yang populer sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini mengingatkan bahwa pendidikan dan pemenuhan gizi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Anak yang cerdas membutuhkan dukungan tubuh yang sehat, yang hanya bisa berdiri kokoh lewat pasokan nutrisi memadai.
Sinergi Seluruh Elemen Masyarakat Kawal Ketepatan Sasaran
Demi mencapai hasil maksimal, SAH mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal ketat implementasi program nasional ini di lapangan. Semua pihak wajib memastikan distribusi makanan berjalan tepat sasaran, transparan, serta tidak terputus di tengah jalan.
Ia menegaskan bahwa kesuksesan program jaminan gizi ini bukan hanya bertumpu pada pundak pemerintah pusat semata. Keberhasilan di lapangan sangat bergantung pada kolaborasi aktif pemerintah daerah, pihak sekolah, dan tenaga kesehatan.
Dukungan penuh dari orang tua dan lingkungan sekitar juga memegang peranan yang tidak kalah krusial. Jika semua pihak bergerak bersama secara konsisten, Indonesia pasti mampu memangkas angka stunting secara signifikan demi melahirkan generasi unggul.(ar)









