Wali Kota Sungai Penuh Terima Gelar Adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sungai Penuh Alfin menerima gelar adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh pada Kenduri Sko 6 luhah Sungai Penuh, Sabtu 4/7/2026.( poto : seriusnews.id)

Wali Kota Sungai Penuh Alfin menerima gelar adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh pada Kenduri Sko 6 luhah Sungai Penuh, Sabtu 4/7/2026.( poto : seriusnews.id)

Sungai Penuh, oegopost.id – Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menerima gelar kehormatan adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh saat prosesi Kenduri Sko di Tanah Mendapo, Sabtu (4/7). Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh memberikan gelar itu sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin yang menjaga adat, budaya, dan pembangunan yang selaras dengan kearifan lokal.

Tokoh adat, pejabat daerah, serta masyarakat memadati lokasi prosesi. Kehadiran mereka menunjukkan eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga warisan budaya.

Kenduri Sko kembali menjadi simbol persatuan masyarakat Sungai Penuh. Tradisi tersebut terus memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat kebersamaan lintas generasi.

Lembaga Adat Beri Penghargaan Kepada Sejumlah Kepala Daerah

Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh juga memberikan gelar adat kepada sejumlah kepala daerah. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam melestarikan adat dan budaya.

Selain Alfin, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh. Gubernur Jambi Al Haris memperoleh gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh, sedangkan Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.

Baca Juga :  Kemah Bela Negara PKS Tempa Ratusan Kader Jadi Pemimpin Tangguh

Masyarakat adat menaruh harapan besar kepada seluruh penerima gelar tersebut. Mereka berharap para pemimpin terus menjaga nilai budaya dan menjadikannya sebagai dasar dalam membangun daerah.

Kenduri Sko juga memperlihatkan bahwa adat tetap memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah dan lembaga adat terus memperkuat kolaborasi untuk menjaga warisan budaya.

Alfin Tegaskan Komitmen Jaga Adat dan Kebersamaan

Setelah menerima gelar adat, Alfin menyampaikan rasa syukur sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh. Ia menilai gelar tersebut membawa tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh amanah.

Alfin menegaskan komitmennya untuk menjaga adat istiadat, memperkuat persatuan masyarakat, dan mengabdikan diri bagi kemajuan Kota Sungai Penuh. Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya.

“Gelar adat ini bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi amanah untuk terus menjaga adat istiadat, memperkuat persatuan, serta mengabdikan diri bagi kemajuan Kota Sungai Penuh dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Alfin.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah dan lembaga adat. Dengan kerja sama tersebut, budaya lokal akan tetap menjadi pijakan dalam setiap proses pembangunan.

Baca Juga :  Ajun Arah Awali Rangkaian Kenduri SKO 6 Luhah Sungai Penuh 2026

Kenduri Sko Hadirkan Pentas Seni Tradisional Daerah

Panitia mengakhiri rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah dengan pertunjukan seni tradisional. Beragam penampilan menampilkan kekayaan budaya khas Sungai Penuh di hadapan masyarakat.

Warga mengikuti setiap pertunjukan hingga acara berakhir. Suasana meriah dan penuh keakraban mewarnai penutupan kegiatan adat tersebut.

Pentas seni tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menguatkan semangat pelestarian budaya daerah. Pemerintah daerah bersama lembaga adat pun terus membangun kerja sama agar tradisi dan warisan budaya tetap terjaga.

Melalui penganugerahan gelar adat ini, masyarakat berharap para pemimpin terus menjaga nilai-nilai budaya dalam setiap kebijakan pembangunan. Harapan tersebut mempertegas bahwa adat istiadat akan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sungai Penuh pada masa mendatang.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis
Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI
Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda
Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian
Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar
Mantan Rektor Unja Kemas Arsyad Somad Meninggal, Dunia Pendidikan Jambi Berduka
PHI Tanam 1.000 Mangrove dan Lamun di Pulau Pari untuk Karbon Biru
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI

Senin, 6 Juli 2026 - 21:00 WIB

Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian

Senin, 6 Juli 2026 - 20:50 WIB

Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031

Senin, 6 Juli 2026 - 20:23 WIB

Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar

Berita Terbaru