Kota Jambi, oegopost.id – Sebanyak 97 atlet sepatu roda Kota Jambi resmi berangkat menuju Kejuaraan Nasional Pariaman Open 2026 setelah Wali Kota Jambi Maulana melepas mereka di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Jumat (26/6/2026).
Acara itu dihadiri para atlet, pelatih, pengurus Perserosi, orang tua atlet, jajaran Pemerintah Kota Jambi, serta perwakilan KONI Kota Jambi.
Para atlet berasal dari enam klub sepatu roda di Kota Jambi. Selanjutnya, mereka akan berlaga di Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada 2 hingga 5 Juli 2026 untuk bersaing dengan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Wali Kota Tanamkan Semangat Juang Sportivitas Sejak Awal Keberangkatan
Dalam sambutannya, Maulana mengajak seluruh atlet tampil percaya diri sejak awal perlombaan. Selain itu, ia meminta mereka menjaga disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.
Menurut Maulana, kesempatan tampil pada kejuaraan nasional merupakan kebanggaan bagi setiap atlet. Karena itu, ia berharap seluruh peserta memanfaatkan ajang tersebut untuk menambah pengalaman sekaligus meningkatkan prestasi.
“Keikutsertaan kalian pada ajang Nasional ini merupakan sebuah kebanggaan. Bertandinglah dengan penuh semangat, disiplin, dan jadikan setiap perlombaan sebagai pengalaman berharga untuk terus meningkatkan prestasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Maulana mengatakan atlet Kota Jambi terus menunjukkan prestasi yang membanggakan. Hingga kini, mereka mampu menjaga konsistensi dalam meraih medali pada berbagai kejuaraan.
“Kota Jambi alhamdulillah selalu berprestasi, sudah banyak medali yang dihasilkan,” katanya.
Di sisi lain, Maulana menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pengurus, dan orang tua atlet. Menurutnya, kerja sama seluruh pihak menjadi kunci lahirnya atlet-atlet berprestasi sejak usia dini.
Pemerintah Kota Perkuat Pembinaan Atlet Melalui Fasilitas Berkualitas Berkelanjutan
Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat pembinaan olahraga sepatu roda. Karena itu, pemerintah tidak hanya meningkatkan kualitas pembinaan atlet, tetapi juga menyiapkan fasilitas latihan yang lebih memadai.
Maulana mengungkapkan pemerintah telah menemukan lokasi di kawasan Posos yang memenuhi standar nasional. Selanjutnya, pemerintah akan membahas rencana pembangunan lintasan bersama pimpinan klub dan Dinas Pemuda dan Olahraga.
“Kami sudah mencari lokasi yang tepat adanya di Posos yang memiliki lahan sesuai standar secara Nasional. Nanti saya minta pimpinan club diskusi dengan Dispora. Karena kami bangun bukan untuk hanya latihan, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk penyelenggaraan event-event,” ungkapnya.
Menurut Maulana, lintasan tersebut nantinya tidak hanya mendukung latihan atlet. Sebaliknya, fasilitas itu juga dapat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan sehingga mampu mendorong perkembangan olahraga sepatu roda di Kota Jambi.
Selain itu, pemerintah mengambil langkah tersebut setelah melihat meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga sepatu roda. Berbagai usulan dari pengamat dan pecinta olahraga juga memperkuat kebutuhan pembangunan fasilitas yang representatif.
“Hal ini kami lakukan setelah menyoroti makin banyaknya minat generasi muda terhadap olahraga sepatu roda dan banyaknya usulan, baik dari pengamat dan pecinta olahraga,” lanjutnya.
Kontingen Kota Jambi Siap Kejar Prestasi Tingkat Nasional Maksimal
Menjelang keberangkatan, Maulana berharap seluruh atlet memberikan kemampuan terbaik di setiap nomor perlombaan. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengejar medali, tetapi juga membawa nama baik Kota Jambi di tingkat nasional.
Ia juga berharap seluruh atlet mampu menjadi teladan melalui sikap disiplin, semangat juang, dan sportivitas selama bertanding. Oleh sebab itu, ia optimistis kontingen Kota Jambi dapat kembali mencatatkan prestasi membanggakan.
“Kami mengucapkan selamat jalan semoga sukses dan mendapatkan prestasi,” pungkas Maulana.
Pelepasan 97 atlet sepatu roda itu menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Kota Jambi dalam mengembangkan olahraga prestasi. Ke depan, pemerintah ingin mencetak lebih banyak atlet berprestasi melalui pembinaan berkelanjutan, dukungan fasilitas, dan penyelenggaraan kompetisi yang berkualitas.(ar)









