Jambi, oegopost.id – MTQ Mahasiswa Nasional 2026 yang digelar Universitas Jambi (UNJA) mendapat sambutan besar dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sebanyak 255 peserta ambil bagian dalam ajang nasional tersebut, sementara 56 finalis dari 18 perguruan tinggi berhasil melaju ke babak final.
UNJA menggelar babak final di Auditorium UNIFAC, Kampus Mendalo, selama tiga hari pada 22–24 Juni 2026. Kompetisi ini menjadi salah satu kegiatan kemahasiswaan nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dalam suasana kompetitif dan edukatif.
Panitia mempertandingkan lima cabang lomba dalam ajang tersebut. Selain menjadi arena unjuk kemampuan di bidang Al-Qur’an, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi dan mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai kampus.
Ketua Panitia MTQ Mahasiswa Nasional 2026, Prof. Supian, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat mahasiswa terhadap kegiatan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Dari 255 peserta, 56 finalis dari 18 perguruan tinggi berhasil masuk babak final. Ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Prof. Supian, pelaksanaan MTQ Mahasiswa Nasional 2026 turut memperkuat peran bidang kemahasiswaan di lingkungan UNJA. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kampus dalam mengembangkan program mahasiswa berskala nasional.
UKM UNJA Catat Sejarah Baru
Penyelenggaraan MTQ Mahasiswa Nasional 2026 mencatat sejarah tersendiri bagi Universitas Jambi. Untuk pertama kalinya, organisasi mahasiswa di kampus tersebut menggagas dan melaksanakan kompetisi Al-Qur’an tingkat nasional.
Dua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yakni Rohis Arrahman dan PTQ Ar-Rayhan, menjadi penggerak utama kegiatan tersebut. Keduanya berkolaborasi dalam menyiapkan rangkaian acara hingga pelaksanaan babak final.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Fauzi Syam, menilai keberhasilan kegiatan ini membuktikan kemampuan organisasi mahasiswa dalam mengelola agenda berskala nasional.
“Ini kompetisi nasional pertama yang diselenggarakan UKM di UNJA. Ini menunjukkan komitmen kampus dalam meningkatkan eksistensi di tingkat nasional,” katanya.
Fauzi menegaskan kampus terus mendorong lahirnya kegiatan yang memberikan manfaat luas bagi mahasiswa. Melalui program seperti MTQ Mahasiswa Nasional 2026, UNJA ingin memperluas kontribusi mahasiswa dalam bidang akademik maupun pengembangan karakter.
Jadi Sarana Pembinaan Generasi Muda
Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, hadir pada penutupan kegiatan dan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan MTQ tersebut. Ia menilai ajang itu memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi.
Menurut Abdullah Sani, kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan generasi muda agar tetap dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Kegiatan ini membawa keberkahan bagi dunia pendidikan dan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Selain perlombaan, panitia juga menggelar pengukuhan dewan hakim serta sejumlah agenda pendukung lainnya. Rangkaian kegiatan itu menambah nilai edukatif sekaligus memperkuat atmosfer akademik dan religius selama pelaksanaan acara.
Panitia berharap MTQ Mahasiswa Nasional 2026 dapat berkembang menjadi agenda rutin tingkat nasional. Tingginya partisipasi pada penyelenggaraan perdana menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan kegiatan pada masa mendatang.
Keberhasilan UNJA menjadi tuan rumah juga menunjukkan kapasitas perguruan tinggi daerah dalam menyelenggarakan event nasional. Partisipasi ratusan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia membuktikan bahwa kampus di daerah mampu menghadirkan kegiatan yang kompetitif, berkualitas, dan mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi.(ar)









