Banjir Simpang Empat Kenali Rendam Kota Baru Jambi, Lalu Lintas Tersendat Parah Usai Hujan Deras

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Simpang Empat Kenali merendam Kota Baru Jambi usai hujan deras sejak subuh, genangan lutut, lalu lintas tersendat dan warga terdampak.( poto : tribunjambi.com )

Banjir Simpang Empat Kenali merendam Kota Baru Jambi usai hujan deras sejak subuh, genangan lutut, lalu lintas tersendat dan warga terdampak.( poto : tribunjambi.com )

Kota Jambi, oegopost.id – Banjir kembali merendam kawasan Simpang Empat Kenali di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak subuh, Kamis (18/6/2026). Genangan air langsung muncul di sejumlah titik dan mengganggu aktivitas warga sejak pagi hari.

Hujan deras mulai turun sekitar pukul 04.00 WIB dan terus berlangsung hingga membuat drainase tidak mampu menampung debit air. Air kemudian meluap ke badan jalan dan merendam kawasan permukiman serta jalur utama warga.

Sejumlah titik di kawasan tersebut tergenang air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Kondisi ini membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan saat melintas.

Pengendara sepeda motor menjadi kelompok yang paling terdampak. Banyak dari mereka memilih berjalan pelan agar mesin tidak mati akibat genangan air yang cukup tinggi. Situasi ini memperlambat mobilitas warga di jam sibuk pagi hari.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga mengalami penyumbatan. Kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas di titik-titik yang masih bisa dilewati.

Polisi dan Warga Turun Tangan Atur Arus Kendaraan

Personel kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Mereka membantu mengurai kepadatan kendaraan yang menumpuk akibat banjir di beberapa ruas jalan.

Baca Juga :  IPC TPK Jambi Dorong Ekspor Kayu Manis Kerinci ke Pasar Global

Selain aparat, warga sekitar juga ikut membantu mengarahkan kendaraan. Mereka berdiri di titik-titik tertentu untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak meski terbatas.

Beberapa warga bahkan terlihat membawa kotak sumbangan sambil membantu pengguna jalan yang melintas di kawasan terdampak. Kolaborasi ini sedikit membantu mengurangi kepadatan di tengah kondisi banjir.

Genangan paling parah terjadi di Jalan Lirik, salah satu ruas yang mengarah ke Kantor Pertamina EP Jambi. Di lokasi ini, air lebih tinggi dibanding titik lain sehingga kendaraan harus lebih berhati-hati saat melintas.

Pengendara yang melewati kawasan tersebut banyak yang memperlambat kendaraan atau berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Kondisi ini turut memperparah kepadatan di sekitar titik banjir.

Warga Sebut Banjir Sering Terjadi

Warga setempat, Hendri, menyebut banjir mulai terjadi sejak hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak subuh. Ia menegaskan bahwa kawasan itu sudah menjadi langganan banjir setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun.

“Mulai sekitar pukul 04.00 WIB hujan turun deras. Di sini memang sudah langganan banjir,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga :  Bappenas Jadikan Sungai Penuh Rujukan Penanganan Stunting Sumatera

Menurut Hendri, dalam satu bulan terakhir banjir sudah terjadi sekitar lima kali di kawasan yang sama. Kondisi ini membuat warga semakin waspada setiap kali cuaca mendung atau hujan turun.

Hendri juga menilai peningkatan pembangunan perumahan di sekitar kawasan ikut memengaruhi kondisi banjir. Ia menyebut saluran drainase dan anak sungai yang ada sudah mengalami pendangkalan.

Kondisi tersebut membuat air tidak dapat mengalir dengan baik saat hujan deras terjadi. Akibatnya, air cepat meluap ke jalan dan merendam kawasan sekitar.

“Kemungkinan karena pembangunan perumahan juga semakin banyak. Parit dan anak sungainya sudah dangkal, jadi air cepat meluap,” katanya.

Pagi hari sempat mencatat ketinggian air mencapai paha orang dewasa di beberapa titik. Namun, genangan mulai berangsur surut seiring hujan yang mereda.

Meski demikian, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang.

Mereka meminta penanganan jangka panjang agar kawasan Simpang Empat Kenali tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim hujan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Tagih Realisasi Banpres dan Transparansi Penanganan Karhutla Jambi
Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total
Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026
Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun
Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur
BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Mahasiswa Tagih Realisasi Banpres dan Transparansi Penanganan Karhutla Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur

Berita Terbaru