BPBD Tanjabtim Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Jelang Kemarau 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Tanjabtim memperkuat pencegahan karhutla di lahan gambut menjelang kemarau 2026 di lima kecamatan rawan kebakaran hutan dan lahan.( poto : metrojambi.com )

BPBD Tanjabtim memperkuat pencegahan karhutla di lahan gambut menjelang kemarau 2026 di lima kecamatan rawan kebakaran hutan dan lahan.( poto : metrojambi.com )

Tanjung Jabung Timur, oegopost.id – Pencegahan karhutla lahan gambut menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dalam menghadapi musim kemarau 2026.

Pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat curah hujan menurun.

BPBD Tanjabtim memetakan musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan berlangsung pada Mei hingga September.

Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mempercepat berbagai langkah mitigasi sejak dini agar kebakaran tidak meluas.

Lima Kecamatan Masuk Kategori Rawan Karhutla

BPBD Tanjabtim mengidentifikasi lima kecamatan dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan. Kelima wilayah tersebut meliputi Kecamatan Dendang, Berbak, Mendahara Ulu, Geragai, dan Sadu.

Kelima kecamatan itu didominasi oleh lahan gambut yang mudah mengering ketika memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut meningkatkan potensi munculnya titik api, terutama di area yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat maupun perkebunan.

Kepala Pelaksana BPBD Tanjabtim, Amri Juhardy, menegaskan bahwa pemerintah terus memprioritaskan pengawasan di wilayah tersebut untuk mencegah kejadian karhutla sejak awal.

Baca Juga :  Polisi Amankan Isuzu Panther Viral di Rantau Rasau, Pemeriksaan Dilanjutkan

Pembasahan Gambut Jadi Strategi Utama Pencegahan

BPBD Tanjabtim menerapkan strategi pembasahan lahan gambut sebagai langkah utama pencegahan kebakaran. Upaya ini bertujuan menjaga kelembapan tanah agar tidak mudah terbakar saat musim kemarau berlangsung.

Amri menekankan pentingnya pelaksanaan pembasahan sejak awal musim kemarau. Ia juga meminta keterlibatan aktif perusahaan dan masyarakat untuk menjaga kondisi lahan di wilayah masing-masing.

“Upaya pembasahan harus berjalan sejak awal kemarau. Gambut yang tetap basah akan jauh lebih aman dari risiko kebakaran,” ujar Amri.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah daerah untuk menekan potensi munculnya titik api di kawasan rawan.

Aktivitas Manusia dan Cuaca Kering Jadi Pemicu Utama

BPBD Tanjabtim mencatat bahwa kebakaran lahan gambut umumnya dipicu oleh aktivitas manusia. Kondisi tersebut kemudian semakin parah ketika cuaca kering berlangsung dalam waktu lama.

Saat gambut kehilangan kelembapan, api dapat menyebar dengan cepat hingga ke lapisan bawah tanah. Kondisi ini membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama.

Karena itu, BPBD terus memperkuat edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar lahan gambut, terutama saat musim kemarau.

Baca Juga :  Al Haris Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjab Timur

Selain berfungsi sebagai kawasan rawan kebakaran, lahan gambut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar yang terbentuk selama ribuan tahun.

Amri menjelaskan bahwa ketika gambut mengering dan terbakar, karbon tersebut akan terlepas ke atmosfer dan memperburuk dampak perubahan iklim.

Ia menegaskan bahwa perlindungan ekosistem gambut tidak hanya berkaitan dengan pencegahan karhutla, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Tanjabtim terus memperkuat langkah mitigasi melalui berbagai program. Upaya tersebut meliputi pembangunan sekat kanal, penutupan kanal, serta penyediaan sumur bor di titik-titik rawan kebakaran.

Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan air di kawasan gambut agar tetap lembap sepanjang musim kemarau. Pemerintah berharap strategi ini dapat menekan potensi kebakaran secara signifikan.

Dengan berbagai langkah tersebut, BPBD Tanjabtim menargetkan penurunan risiko karhutla pada musim kemarau 2026, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jembatan Besi Rusak Parah di Sungai Gelam Muaro Jambi Viral, Lubang Besar Ancam Keselamatan Warga
Rakernis Intelkam Polda Jambi 2026 Resmi Dibuka, Kapolda Tekankan Deteksi Dini Ancaman Kamtibmas
Kemacetan Parah Lingkar Selatan Jambi, Kendaraan Besar Dominasi Arus Lalu Lintas
Banjir Simpang Empat Kenali Rendam Kota Baru Jambi, Lalu Lintas Tersendat Parah Usai Hujan Deras
DPRD Jambi Dorong Percepatan PI 10 Persen Migas Blok Jabung untuk Perkuat Fiskal Daerah
Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Kick Off Forum Komunikasi Kebijakan 2026, Dorong Kebijakan Berbasis Bukti
Belanja BPPRD Muaro Jambi 2026 Rp1,85 Miliar Didominasi Konsultansi dan Digitalisasi Pajak
Buruh PT Lestari Asri Jaya Mogok Kerja di Tebo, Tuntut Pemenuhan Hak Normatif dan Premi Kerja
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:00 WIB

Jembatan Besi Rusak Parah di Sungai Gelam Muaro Jambi Viral, Lubang Besar Ancam Keselamatan Warga

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:59 WIB

Kemacetan Parah Lingkar Selatan Jambi, Kendaraan Besar Dominasi Arus Lalu Lintas

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:00 WIB

Banjir Simpang Empat Kenali Rendam Kota Baru Jambi, Lalu Lintas Tersendat Parah Usai Hujan Deras

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:00 WIB

BPBD Tanjabtim Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Jelang Kemarau 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:00 WIB

DPRD Jambi Dorong Percepatan PI 10 Persen Migas Blok Jabung untuk Perkuat Fiskal Daerah

Berita Terbaru