Jambi, oegopost.id – Rantai logistik kelapa sawit menjadi fokus utama dalam forum diskusi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor kepelabuhanan dan logistik di Provinsi Riau. Forum ini memperkuat koordinasi distribusi komoditas strategis, khususnya kelapa sawit sebagai penggerak ekonomi daerah.
PTPN IV Regional III menjadi tuan rumah kegiatan penguatan distribusi dan rantai logistik yang digelar oleh KSOP Kelas II Pekanbaru. Kegiatan tersebut berlangsung dalam format Coffee Morning yang rutin digelar setiap dua bulan sekali.
Forum ini mempertemukan regulator, perusahaan pelayaran, agen kapal, perusahaan bongkar muat, pengguna jasa kepelabuhanan, hingga pelaku usaha logistik. Semua pihak membahas kelancaran arus barang dari daerah produksi menuju pasar domestik dan ekspor.
Kolaborasi Dorong Efisiensi Distribusi
PTPN IV Regional III menilai kolaborasi antarpelaku logistik menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi distribusi komoditas. Perusahaan menekankan bahwa arus barang tidak dapat berjalan optimal tanpa koordinasi lintas sektor.
Business Support Head PTPN IV Regional III, Achmedy Akbar, menegaskan pentingnya sinergi tersebut. Ia menyebut distribusi komoditas dari kebun hingga pasar membutuhkan keterpaduan sistem yang kuat.
Achmedy juga mengapresiasi KSOP Kelas II Pekanbaru yang terus menyediakan ruang komunikasi bagi seluruh pemangku kepentingan pelabuhan.
“Kami mengapresiasi KSOP Kelas II Pekanbaru yang konsisten menghadirkan ruang komunikasi bagi seluruh stakeholder. Kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi momentum memperkuat sinergi,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
KSOP Kelas II Pekanbaru mengemas forum ini sebagai Coffee Morning untuk memperkuat komunikasi antar pihak. Forum ini membahas berbagai aspek rantai logistik, mulai dari transportasi, bongkar muat, jadwal kapal, hingga kepatuhan regulasi pelayaran.
Para peserta juga membahas pentingnya kesamaan persepsi dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas. Mereka menekankan bahwa sektor logistik laut membutuhkan koordinasi yang konsisten dan berkelanjutan.
Diskusi ini menegaskan bahwa rantai logistik tidak hanya bergantung pada pelabuhan, tetapi juga pada keterhubungan seluruh sistem pendukungnya.
Peran Strategis TUKS ITMS Siak
PTPN IV Regional III mengoperasikan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri Instalasi Tangki Minyak Sawit (TUKS ITMS) di Kabupaten Siak. Fasilitas ini menjadi salah satu simpul penting dalam distribusi minyak sawit perusahaan.
TUKS ITMS memiliki tiga tangki timbun dengan kapasitas total 10.000 metrik ton. Fasilitas ini juga dilengkapi dermaga sepanjang 120 meter yang mampu melayani kapal tanker hingga 5.000 metrik ton.
Melalui fasilitas tersebut, perusahaan mendistribusikan rata-rata 4.000 hingga 5.000 metrik ton Crude Palm Oil (CPO) setiap bulan. Volume ini mengalir untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
PTPN IV Regional III menilai efisiensi logistik menjadi kebutuhan utama dalam menjaga daya saing komoditas. Setiap hambatan dalam distribusi dapat berdampak pada biaya, waktu pengiriman, dan stabilitas pasokan.
TUKS ITMS juga berfungsi sebagai penghubung antara produksi kebun, pabrik, dan jalur transportasi laut. Peran ini memperkuat rantai pasok perusahaan secara menyeluruh.
Dengan sistem distribusi yang terintegrasi, perusahaan berupaya menjaga kelancaran arus CPO dari hulu hingga hilir.(ar)









