Kerinci, oegopost.id – Warga dari lima desa di Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, Jambi, bergotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah dengan dana swadaya.
Aksi ini muncul karena warga perbaiki jalan rusak setelah bertahun-tahun menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah yang belum kunjung datang.
Puluhan warga turun langsung ke lokasi sambil membawa alat sederhana untuk mengecor bagian jalan yang berlubang. Mereka mengumpulkan dana secara mandiri agar jalan tetap bisa digunakan masyarakat.
Jalan tersebut menjadi jalur utama yang menghubungkan aktivitas warga setiap hari. Selain mendukung mobilitas masyarakat, jalan itu juga menjadi akses penting menuju Rumah Sakit Bukit Kerman.
Seorang warga mengaku kecewa karena kerusakan jalan berlangsung lama tanpa perbaikan.
Menurutnya, masyarakat sudah lama berharap pemerintah memberi perhatian terhadap kondisi jalan yang menjadi kebutuhan dasar warga.
“Jalan ini sudah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Jalan ini akses masyarakat untuk berobat ke Rumah Sakit Bukit Kerman, tapi tidak pernah diperhatikan Bupati Kerinci. Karena mereka sibuk memperbaiki jalan Renah Pemetik,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Warga itu juga meminta pemerintah membagi perhatian pembangunan secara merata.
“Kerinci tidak hanya di Siulak saja pak. Jangan hanya memikirkan jalan Renah Pemetik saja, coba lihat jalan kami di hilir, jalan menuju tempat berobat sudah rusak,” katanya.
Jalan Rusak Ganggu Mobilitas dan Akses Berobat
Kondisi jalan yang rusak membuat aktivitas masyarakat berjalan lebih lambat. Pengendara harus mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati saat melintas.
Warga yang bekerja dan mengangkut hasil pertanian ikut merasakan dampaknya. Selain itu, masyarakat juga menghadapi kesulitan ketika ingin menuju fasilitas kesehatan.
Sekretaris Desa Pasar Kerman, Yoga, mengatakan masyarakat akhirnya memilih bergerak sendiri karena hampir sepuluh tahun jalan tersebut belum mendapatkan perbaikan.
Ia menyebut warga sepakat mengumpulkan dana agar kerusakan tidak semakin meluas dan akses transportasi tetap tersedia.
“Ya, kami terpaksa mengumpulkan dana dengan swadaya masyarakat, karena tidak kunjung diperbaiki.”
Yoga menegaskan bahwa jalan tersebut menjadi akses utama menuju Rumah Sakit Bukit Kerman dan jalur penting bagi warga yang hendak berobat ke Sungai Penuh.
“Padahal jalan ini akses utama menuju Rumah Sakit Bukit Kerman. Akibat jalan rusak, banyak warga yang kesulitan jika ingin berobat ke Sungai Penuh,” ujarnya.
Usulan Musrenbang Belum Menghasilkan Perbaikan
Yoga menjelaskan pemerintah desa terus mengajukan perbaikan jalan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang tingkat kecamatan.
Menurutnya, desa selalu menempatkan perbaikan jalan sebagai kebutuhan paling mendesak karena berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan dan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Setiap Musrenbang, jalan ini yang prioritas utama kami usulkan. Tapi, katanya ada juga yang masuk dalam anggaran perbaikan.”
Namun hingga sekarang, perbaikan belum berjalan. Yoga menyebut efisiensi anggaran menjadi alasan yang sering muncul dalam pembahasan.
“Alasannya karena efisiensi anggaran. Padahal, jalan ini kan menunjang visi dan misi Pak Bupati, baik di bidang kesehatan maupun pertanian,” katanya.
Melalui aksi gotong royong ini, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dan memperbaiki jalan secara menyeluruh.
Jalan yang warga perbaiki secara swadaya membentang sekitar enam kilometer dan menjadi penghubung utama bagi masyarakat di Kecamatan Bukit Kerman.
Yoga berharap aksi masyarakat dapat mendorong pemerintah untuk memberi perhatian lebih besar terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
“Semoga tindakan dari masyarakat ini dapat menggugah hati Pemkab Kerinci untuk perbaiki jalan kami yang rusak,” tutupnya.(ar)









