Tekanan Ekonomi Global dan Domestik Ancam Stabilitas Indonesia di 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analisis Ardha Ranadireksa menyoroti krisis ekonomi politik Indonesia pada Juni–Juli 2026 akibat tekanan rupiah, IHSG, dan risiko global.( Poto : istimewa ).

Analisis Ardha Ranadireksa menyoroti krisis ekonomi politik Indonesia pada Juni–Juli 2026 akibat tekanan rupiah, IHSG, dan risiko global.( Poto : istimewa ).

Jakarta, oegopost.id – Peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa, menilai pemerintah Presiden Prabowo Subianto akan menghadapi masa paling krusial pada periode Juni hingga Juli 2026.

Ia menyampaikan analisis ini di Jakarta pada Minggu (17/5/2026) saat membahas potensi eskalasi politik nasional yang berkaitan dengan dinamika ekonomi dan momentum Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2026.

Kondisi Ekonomi Menjadi Pemicu Utama

Ardha menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tekanan serius pada ekonomi Indonesia.

Ia menilai dua indikator itu menggambarkan meningkatnya ketidakpastian pasar dan melemahnya kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional.

Selain itu, ia menyoroti keputusan sejumlah lembaga pemeringkat internasional pada awal tahun yang menurunkan outlook investasi Indonesia.

Baca Juga :  Gedung Laboratorium Rp46,6 Miliar Poltekkes Kemenkes Jambi Dikucurkan Lewat E-Purchasing

Menurutnya, keputusan tersebut ikut menekan pergerakan pasar modal dan memperburuk sentimen ekonomi secara keseluruhan.

Faktor Waktu dan Risiko Kebijakan

Ardha menegaskan bahwa periode Juni–Juli 2026 menjadi titik penting karena lembaga pemeringkat internasional akan kembali mengeluarkan evaluasi terbaru.

Ia memperkirakan hasil penilaian tersebut dapat memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia, terutama jika hasilnya menunjukkan tren negatif.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah harus menghadapi tantangan fiskal meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen.

Menurutnya, sebagian ekonom menilai pertumbuhan tersebut masih bertumpu pada belanja pemerintah, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan aktivitas ekonomi riil masyarakat.

Baca Juga :  APBN Jambi Maret 2026 Tumbuh Kuat, Pemerintah Dorong Daya Beli Masyarakat

Tekanan Global dan Geopolitik

Ardha turut menyoroti faktor eksternal yang ikut memperbesar risiko ekonomi.

Ia menyebut konflik di Selat Hormuz berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia, yang saat ini sudah melampaui asumsi dalam APBN.

Kondisi tersebut dapat menekan anggaran negara dan mempersempit ruang fiskal pemerintah.

Selain itu, ia juga memperingatkan dampak fenomena El Nino yang diperkirakan muncul pada pertengahan tahun.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi mengganggu sektor pertanian dan memperburuk tekanan ekonomi domestik.

Ardha menegaskan pemerintah perlu merespons seluruh faktor tersebut secara cepat dan terukur agar stabilitas ekonomi dan politik tetap terjaga sepanjang 2026.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Royalti Karya Jurnalistik Dinilai Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
Demo Mahasiswa UI di Bundaran HI Hari Ini, Bawa 5 Tuntutan ke Pemerintah
Ombudsman Soroti Maladministrasi Layanan Imigrasi WNA, Desak Perbaikan Sistem Pengaduan di Imipas
Gaji ke-13 Cair Rp15,2 Triliun, Ini Rincian Penerima PNS, TNI, Polri hingga PPPK
Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan
Indomaret Tutup Sementara di Sejumlah Daerah, Warganet Soroti Penyebabnya
Kemnaker Buka 24 Kejuruan Vokasi Tahap 2, Pendaftaran Dibuka
Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Ferro Alloy Wajib Lewat PT DSI Mulai 1 Juni 2026
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:51 WIB

Royalti Karya Jurnalistik Dinilai Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:59 WIB

Demo Mahasiswa UI di Bundaran HI Hari Ini, Bawa 5 Tuntutan ke Pemerintah

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:00 WIB

Ombudsman Soroti Maladministrasi Layanan Imigrasi WNA, Desak Perbaikan Sistem Pengaduan di Imipas

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00 WIB

Gaji ke-13 Cair Rp15,2 Triliun, Ini Rincian Penerima PNS, TNI, Polri hingga PPPK

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan

Berita Terbaru