Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir merendam 5 kecamatan dan 26 desa, dengan total 1.552 rumah terdampak.( Poto : kabar sarolangun.com).

Banjir merendam 5 kecamatan dan 26 desa, dengan total 1.552 rumah terdampak.( Poto : kabar sarolangun.com).

Sarolangun, oegopost.idBanjir Sarolangun 2026 melanda 26 desa di Kabupaten Sarolangun, Jambi, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Kepala BPBD Jambi, Solahuddin Nopri, menjelaskan bahwa luapan Sungai Batang Asai beserta anak-anak sungainya memicu banjir di lima kecamatan.

“Banjir merendam 5 kecamatan dan 26 desa, dengan total 1.552 rumah terdampak,” ujarnya, Selasa (28/4/2026). Ketinggian air bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter. Di sejumlah desa, genangan bahkan melumpuhkan aktivitas warga. Sebanyak 300 warga sempat mengungsi ke tenda darurat saat banjir mencapai puncaknya. Namun, seiring surutnya air, sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  Tak Ada Ruang Curang! Kompolnas Awasi Seleksi Akpol di Jambi

Banjir mulai terjadi sejak Minggu (26/4) dan kini kondisi di beberapa wilayah berangsur membaik. Warga pun mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur dan material yang terbawa arus.

Bathin VIII Terdampak Paling Parah

Wilayah Bathin VIII menjadi daerah yang paling parah terdampak. Di kawasan ini, ketinggian air sempat mencapai 3 hingga 4 meter. Meski begitu, kondisi kini mulai pulih dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal.

Selain merendam permukiman, banjir juga merusak infrastruktur. Lima jembatan penghubung antarwilayah dilaporkan ambruk akibat derasnya arus. Air banjir yang kuat turut membawa lumpur, kayu, hingga peralatan tambang emas ilegal. Kondisi ini memperparah dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga :  Pemkab Batang Hari Lanjutkan Pembangunan Rumah Relokasi 2026, Tambah 48 Unit untuk Warga Terdampak Banjir

Sungai Keruh akibat Aktivitas Tambang

Wilayah Sarolangun dikenal sebagai salah satu lokasi aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI). Aktivitas tersebut membuat air sungai yang sebelumnya jernih kini berubah keruh. Meski demikian, pihak BPBD menegaskan bahwa banjir terjadi karena tingginya curah hujan dari hulu yang meningkatkan debit air di Sungai Tembesi dan Sungai Batang Asai. Banjir besar ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hingga kini, banjir Sarolangun 2026 mulai surut dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Jambi Salurkan Beras Cadangan Pangan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sarolangun
BPJS Ketenagakerjaan Batang Hari Serahkan Santunan JKM Rp42 Juta dan Gelar Penanaman Pohon di Muara Singoan
Jasa Raharja Muara Bungo Serahkan Santunan dan Perkuat Sinergi di Kerinci
Gubernur Al Haris Lepas Kontingen Jambi ke PESPARAWI Nasional XIV 2026
Kanwil Kementerian Hukum Jambi Dorong Revisi UU Perlindungan Anak Lebih Adaptif
Polres Tanjab Barat Gelar Bakti Kesehatan di Parit Sapat, 197 Warga Terlayani
Jenazah Alaka Dwi Pranata Dimakamkan Hari Ini, Keluarga Masih Berduka
Jambi Perkuat SPAM Lewat Kerja Sama JICA dan OMWB
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Gubernur Jambi Salurkan Beras Cadangan Pangan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sarolangun

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:08 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Batang Hari Serahkan Santunan JKM Rp42 Juta dan Gelar Penanaman Pohon di Muara Singoan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jasa Raharja Muara Bungo Serahkan Santunan dan Perkuat Sinergi di Kerinci

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kanwil Kementerian Hukum Jambi Dorong Revisi UU Perlindungan Anak Lebih Adaptif

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:00 WIB

Polres Tanjab Barat Gelar Bakti Kesehatan di Parit Sapat, 197 Warga Terlayani

Berita Terbaru