Orang Rimba dilibatkan, Bantu Cegah Karhutla Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 15 masyarakat adat Orang Rimba dilibatkan dalam pencegahan Karhutla di Jambi melalui pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran.( Poto : ANTARA).

Sebanyak 15 masyarakat adat Orang Rimba dilibatkan dalam pencegahan Karhutla di Jambi melalui pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran.( Poto : ANTARA).

Jambi, oegopost.id – Sebanyak 15 anggota masyarakat adat Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) dari Kabupaten Batang Hari dan Sarolangun terlibat dalam pencegahan Karhutla di Jambi, sehingga program Orang Rimba dilibatkan dalam pencegahan Karhutla Jambi mulai berjalan di lapangan.

Ismael menjelaskan perubahan iklim menimbulkan kondisi yang kontradiktif. Beberapa wilayah mengalami banjir bandang akibat hujan ekstrem. Wilayah lain justru menghadapi kebakaran hutan. Ia menegaskan kelompok rentan seperti Orang Rimba paling terdampak situasi ini.

Karhutla Rusak Hutan dan Sumber Hidup

Ismael menyebut Karhutla merusak ekosistem hutan. Kebakaran juga menghilangkan sumber pangan masyarakat, seperti buah dan satwa buruan. Ia menambahkan dampaknya juga memicu gangguan kesehatan.

Baca Juga :  RSU MHA Thalib Sungai Penuh Tingkatkan Layanan Hemodialisa, Pasien Terus Bertambah

Karena itu, BPBD mendorong masyarakat ikut terlibat dalam pencegahan Karhutla. Hal ini terutama untuk masyarakat yang tinggal di kawasan rawan. Project Officer KKI Warsi, Jauharul Maknun, mengatakan pihaknya melatih masyarakat adat Orang Rimba dalam penanganan Karhutla. Kegiatan ini melibatkan Basarnas, Manggala Agni, dan TNI-Polri. Simulasi juga mencakup penanganan darurat jika terjadi cedera di lapangan.

Kearifan Lokal Diperkuat Pengetahuan Baru

Jauharul menyebut Orang Rimba memiliki kearifan lokal dalam menjaga hutan. Namun, kondisi hutan yang rentan membuat mereka perlu pengetahuan tambahan. Ia menjelaskan kebakaran sering berasal dari luar wilayah mereka. Api kemudian merambat ke kawasan jelajah Orang Rimba.

Baca Juga :  HKTI Jambi Soroti Harga TBS Sawit, Dorong Tata Niaga Lebih Adil

Jauharul menegaskan pelatihan Karhutla sangat penting bagi masyarakat adat. Tujuannya tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga melindungi kehidupan mereka. Ia mengatakan Orang Rimba menjadi pihak pertama yang mendeteksi titik api. Hal ini terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh dan Bukit Duabelas. Pelatihan ini juga mengajarkan alur pelaporan kepada pihak berwenang.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasa Raharja Muara Bungo Serahkan Santunan dan Perkuat Sinergi di Kerinci
Gubernur Al Haris Lepas Kontingen Jambi ke PESPARAWI Nasional XIV 2026
Kanwil Kementerian Hukum Jambi Dorong Revisi UU Perlindungan Anak Lebih Adaptif
Polres Tanjab Barat Gelar Bakti Kesehatan di Parit Sapat, 197 Warga Terlayani
Jenazah Alaka Dwi Pranata Dimakamkan Hari Ini, Keluarga Masih Berduka
Jambi Perkuat SPAM Lewat Kerja Sama JICA dan OMWB
SKK Migas–PetroChina Latih UMKM Tanjabbar, Dorong Naik Kelas dan Mandiri
Tanam Perdana Padi Modern PM-AAS Dimulai di Tanjabbar, Dorong Pertanian Digital
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jasa Raharja Muara Bungo Serahkan Santunan dan Perkuat Sinergi di Kerinci

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Gubernur Al Haris Lepas Kontingen Jambi ke PESPARAWI Nasional XIV 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kanwil Kementerian Hukum Jambi Dorong Revisi UU Perlindungan Anak Lebih Adaptif

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:38 WIB

Jenazah Alaka Dwi Pranata Dimakamkan Hari Ini, Keluarga Masih Berduka

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

Jambi Perkuat SPAM Lewat Kerja Sama JICA dan OMWB

Berita Terbaru