Sungai Penuh, oegopost.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai mengompakkan langkah strategis untuk mewujudkan infrastruktur transportasi modern di wilayahnya. Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menggelar koordinasi awal terkait rencana flyover Sungai Penuh Tapan bersama Pelaksana Tugas Kepala Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Pertemuan silaturahmi tersebut berlangsung hangat di ruang kerja Wali Kota Sungai Penuh pada Selasa. Pembahasan ini menjadi pijakan awal guna menyelaraskan rencana pembangunan jalan layang yang melintasi kawasan konservasi.
Pemerintah daerah menyadari penuh bahwa proyek infrastruktur ini bersinggungan langsung dengan kawasan hutan lindung TNKS. Oleh sebab itu, Wali Kota Alfin menegaskan pentingnya keterlibatan aktif dari berbagai instansi teknis dan pemangku kepentingan terkait.
Langkah ini bertujuan agar seluruh tahapan perencanaan hingga konstruksi berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Penyelarasan tata ruang menjadi fokus utama agar fungsi konservasi tetap terjaga dengan baik.
Selain membahas proyek jalan layang, kedua pihak juga mencermati kembali penataan batas kawasan TNKS secara rinci. Diskusi mendalam tersebut membuka peluang kerja sama baru dalam pengelolaan dan pengukuhan kawasan hutan secara berkelanjutan.
Pemerintah kota bersama pengelola TNKS merancang berbagai program kolaborasi yang menguntungkan kedua belah pihak. Langkah sinergis ini membuktikan komitmen daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah pesatnya pembangunan.
“Kita ingin rencana ini dibahas secara komprehensif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, koordinasi lintas lembaga sangat penting agar setiap tahapan dapat berjalan dengan baik,” ujar Wako Alfin.
Menurutnya, Pemkot Sungai Penuh siap menjembatani komunikasi instensif bersama Kementerian Kehutanan, Bappeda, BPJN, serta pengelola TNKS. Sinergi antarlektoral ini akan memastikan proyek strategis daerah tidak membentur aturan hukum yang ada.
Peluang Konektivitas Baru Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Antardaerah
Pembangunan jalan layang ini diproyeksikan menjadi jalur urat nadi baru yang menghubungkan wilayah Sungai Penuh dengan kawasan Tapan. Kehadiran infrastruktur modern tersebut bakal memangkas waktu tempuh serta meningkatkan efisiensi jalur distribusi logistik.
Masyarakat akan menikmati mobilitas yang lebih aman dan nyaman saat melintasi jalur antarwilayah tersebut. Kemudahan aksesibilitas ini diyakini mampu menggairahkan sektor perdagangan serta pariwisata daerah secara signifikan.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh siap membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh pihak. Harapannya, setiap peluang pengembangan konektivitas dan kerja sama dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kemajuan wilayah,” tambahnya.
Konektivitas yang terintegrasi akan membuka isolasi ekonomi serta mempercepat pemerataan pembangunan di Kawasan Kerinci dan sekitarnya. Penguatan infrastruktur jalan layang ini menjadi jawaban atas kebutuhan sarana transportasi publik yang representatif.
Pertemuan strategis ini mempertegas komitmen Pemkot Sungai Penuh dalam mengawal proyek infrastruktur secara transparan dan terukur. Kolaborasi erat bersama Balai TNKS memastikan bahwa kemajuan ekonomi daerah dapat berjalan iringan dengan kelestarian alam.(ar)









