Merangin, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Merangin langsung mengambil langkah tegas untuk mengendalikan lonjakan harga cabai Merangin yang memicu kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di wilayah tersebut. Jajaran pejabat Pemkab Merangin menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara daring di ruang Media Center Bappeda Merangin pada Rabu (23/9).
Langkah taktis ini menjadi tindak lanjut cepat atas pengarahan langsung Plt. Inspektur Jenderal Kemendagri, Bachril Bakri, melalui Zoom Meeting. Pemerintah daerah bergerak tanggap untuk menjaga ketersediaan stok pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Pemkab Merangin Petakan Penyebab Lonjakan Harga Cabai Pasaran
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Hendri Widodo, memimpin langsung jalannya rapat koordinasi teknis tersebut. Rapat penting ini menghadirkan perwakilan lintas instansi teknis mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Bappeda, hingga Dinas Koperindag.
Turut hadir pula jajaran dari Bagian Ekonomi serta Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Merangin untuk memperkuat skema penanganan. Seluruh instansi membahas detail kondisi ketersediaan komoditas pangan utama yang terus mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir.
Dalam arahannya, pihak Kemendagri menekankan pentingnya respons cepat dan terukur dari seluruh pemerintah daerah terhadap gejolak harga pangan. Cabai menjadi komoditas paling krusial yang menyumbang angka inflasi terbesar di daerah saat ini.
Menindaklanjuti instruksi pusat, Hendri Widodo menegaskan dua komitmen utama yang akan segera dijalankan oleh dinas teknis Pemkab Merangin. Dinas teknis memegang mandat untuk segera mengidentifikasi akar masalah kenaikan harga cabai secara menyeluruh di lapangan.
Petugas akan menelusuri seluruh rantai pasok, ketersediaan stok di tingkat petani, hingga jalur distribusi menuju pasar tradisional. Langkah penelusuran ini bertujuan agar pemerintah daerah dapat menemukan hambatan utama yang menyebabkan pasokan cabai terganggu.
Pemerintah Daerah Siapkan Langkah Konkret Tekan Inflasi Pangan
Tim teknis akan menyusun rencana aksi konkret berdasarkan hasil analisis lapangan yang mereka dapatkan. Rencana tersebut mencakup pelaksanaan operasi pasar murah, stabilisasi harga komoditas, hingga pendampingan langsung kepada para petani lokal.
Pemkab Merangin wajib melaporkan seluruh perkembangan hasil analisis dan rencana aksi ini secara berkala kepada Kemendagri. Langkah pelaporan rutin ini memastikan seluruh tindakan antisipasi berjalan efektif dan terukur sesuai target pemerintah pusat.
Hendri menjelaskan bahwa koordinasi erat antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah daerah berupaya keras agar kenaikan harga cabai tidak terus melonjak dan makin memberatkan beban ekonomi warga.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, Pemkab Merangin optimistis mampu mendeteksi potensi gangguan pasokan sejak awal. Pemkab Merangin siap mengeksekusi intervensi pasar secara tepat sasaran demi mengembalikan harga cabai ke tingkat normal.(ar)









