Jambi, oegopost.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Jambi memprediksi puncak musim kemarau Jambi terjadi pada Agustus 2026. Kondisi cuaca yang semakin kering mempercepat potensi timbulnya kebakaran hutan dan lahan di berbagai kawasan rawan.
Wilayah lahan gambut, perkebunan warga, semak belukar, serta kawasan bervegetasi kering menjadi area paling rentan terbakar. Tim Satgas Karhutla terus memantau titik api yang mulai meluas di beberapa tempat.
Kebakaran kebun serta areal hutan telah melanda kawasan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi dalam beberapa hari terakhir. Tiupan angin kencang memperluas sebaran material asap hingga mendekati pemukiman penduduk.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Provinsi Jambi Jaya Sinaga Martuah mengonfirmasi pergerakan angin tersebut. Angin bertiup dari arah Tenggara sehingga membawa kumpulan asap memasuki kawasan Kota Jambi.
Lonjakan Titik Panas Hutan Selama Agustus 2026
Sensor MODIS pada satelit TERRA-AQUA merekam akumulasi 335 titik panas di Provinsi Jambi selama Agustus 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas api yang sangat signifikan dibanding bulan sebelumnya.
Lonjakan tertinggi titik panas harian terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026. Satelit mendeteksi sebanyak 123 titik panas muncul secara bersamaan hanya dalam kurun waktu sehari.
Kabupaten Muaro Jambi mendominasi sebaran titik panas harian pada puncak lonjakan tersebut. Satelit mencatat sebanyak 48 titik panas terkonsentrasi di wilayah Muaro Jambi.
Petugas lapangan langsung bergerak cepat melakukan proses pemadaman di titik-titik rawan kebakaran. Langkah ini penting untuk mencegah kobaran api meluas ke area hutan produksi lain.
Akumulasi Titik Panas Kabupaten Sejak Awal Tahun
Secara keseluruhan, BMKG mencatat 2.340 titik panas di Provinsi Jambi sejak 1 Januari hingga 7 Agustus 2026. Periode Juli menjadi penyumbang terbesar dengan 539 titik seiring mulainya masa transisi ke musim kemarau.
Namun Tanjung Jabung Barat memimpin akumulasi total titik panas terbanyak sepanjang tahun ini. Wilayah tersebut mencatatkan sebanyak 566 titik panas sejak Januari lalu.
Kabupaten Muaro Jambi menempati posisi kedua dengan total 523 titik panas. Wilayah Sarolangun menyusul pada urutan berikutnya dengan catatan 418 titik panas.
Sementara itu Kabupaten Merangin mencatat 298 titik panas dan Kabupaten Tebo sebanyak 146 titik. Wilayah Batanghari mendeteksi 127 titik, Tanjung Jabung Timur 113 titik, serta Kabupaten Bungo 110 titik.
Kabupaten Kerinci hanya mencatatkan 31 titik panas selama periode tujuh bulan tersebut. Kota Jambi dan Kabupaten Sungai Penuh mencatat angka paling minimal, masing-masing tujuh dan satu titik.
Imbauan Kesiapsiagaan Dan Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut
BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga wajib menghindari tindakan membuang puntung rokok sembarangan di lokasi perkebunan.
Pembakaran sampah di area sekitar lahan kering dan hutan gambut sangat berbahaya. Kelalaian kecil dapat memicu kobaran api besar yang sulit dikendalikan petugas.
Pengelola perkebunan dan pemilik lahan harus meningkatkan kesiapsiagaan serta patroli rutin. Upaya pembasahan pada wilayah rawan terbakar menjadi kunci utama mencegah karhutla meluas.
Masyarakat harus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala. BMKG siap membagikan data teraktual mengenai indikator kebakaran hutan melalui kanal resmi.(ar)









