Jambi, oegopost.id – Peristiwa kebakaran rumah panggung jambi menghanguskan dua unit tempat tinggal berkonstruksi kayu di Desa Arang-Arang pada Minggu (23/8/2026) malam. Si jago merah melahap bangunan milik warga tersebut sekitar pukul 22.15 WIB.
Lokasi musibah persis berada di wilayah RT 05, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Konstruksi bangunan yang terbuat dari bahan kayu membuat kobaran api membesar dengan sangat cepat.
Sekretaris Desa Arang-Arang, Ridwan, membenarkan kejadian nahas yang menimpa warga pemukiman setempat tersebut. Ia menyampaikan bahwa amukan api dengan cepat meratakan seluruh bagian bangunan rumah.
Dua pemilik rumah yang menjadi korban musibah ini bernama Apriyansah (35) dan Yanto (45). Kedua warga yang kehilangan tempat tinggal tersebut sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta di wilayah Muaro Jambi.
Saksi Mata Melihat Api Membakar Bagian Samping
Seorang saksi mata bernama Nilawati menjadi orang pertama yang menyadari kemunculan titik api di lokasi musibah. Wanita yang merupakan mertua dari Apriyansah tersebut kaget melihat kobaran api tiba-tiba membesar.
Nilawati mendadak menyaksikan titik api muncul dari bagian samping bangunan rumah pada pukul 22.15 WIB. Ia langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar karena panik melihat pergerakan si jago merah.
Teriakan saksi membuat warga di sekitar RT 05 Desa Arang-Arang berhamburan keluar rumah. Warga setempat secara spontan langsung bergotong-royong melakukan upaya pemadaman awal dengan peralatan seadanya.
Upaya warga menahan laju api sempat terkendala oleh material kayu bangunan rumah yang sangat mudah terbakar. Kobaran api terus menjalar hingga menyelimuti seluruh bagian fisik dari kedua unit rumah tersebut.
Tim Gabungan Diterjunkan Memadamkan Kobaran Api Musibah
Petugas pemadam kebakaran langsung menerjunkan armada serta personel menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan warga. Tim gabungan langsung membagi tugas untuk menaklukkan amukan si jago merah di pemukiman tersebut.
Dinas Damkar Kabupaten Muaro Jambi mengerahkan satu unit kendaraan pemadam beserta sejumlah personel ke tempat kejadian. Armada pemadam menyemprotkan air secara intensif untuk mengisolasi area bangunan yang terbakar.
Sebanyak lima personel tim Reaksi Cepat (RPK) dari PT Sumbertama Nusa Pertiwi (SNP) turut memperkuat proses pemadaman. Mereka bahu-membahu bersama armada Damkar dalam menjinakkan titik api yang masih berkobar.
Dua personel Babinsa bersama dua personel piket Polsek Kumpeh Ulu juga mengamankan lokasi sekitar area kebakaran. Aparat keamanan membantu mengatur situasi warga serta mempermudah akses pergerakan armada pemadam kebakaran.
Polisi Masih Memeriksa Penyebab Utama Kejadian Kebakaran
Sekretaris Desa memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah yang melahap pemukiman warga ini. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar di bagian samping bangunan.
Pihak kepolisian dari Polsek Kumpeh Ulu langsung menyisir lokasi untuk memulai proses penanganan hukum lanjutan. Petugas memasang garis polisi guna mengamankan area tempat kejadian perkara dari aktivitas warga luar.
Tim penyidik kepolisian hingga saat ini masih menyelidiki sumber awal penyebab munculnya titik api tersebut. Aparat terus mengumpulkan bukti lapangan serta meminta keterangan dari sejumah saksi di lokasi kejadian.
Petugas gabungan juga tengah menghitung rincian nilai total kerugian material akibat amukan si jago merah tersebut. Pemerintah desa setempat kini berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan bantuan darurat bagi para korban.(ar)









