Pengelolaan Sampah Kota Jambi Dinilai Butuh Perubahan Perilaku Warga dan Penguatan Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti Pusat Studi Strategi Politik dan Resiliensi Pemerintahan (PSGR) Universitas Jambi, Riri Maria Fatriani, S.Sos., M.Si.( poto : jambilink.id )

Peneliti Pusat Studi Strategi Politik dan Resiliensi Pemerintahan (PSGR) Universitas Jambi, Riri Maria Fatriani, S.Sos., M.Si.( poto : jambilink.id )

Jambi, oegopost.id – Pengelolaan sampah Kota Jambi kini tidak lagi hanya bertumpu pada urusan teknis. Sebaliknya, persoalan ini berkembang menjadi tantangan sosial yang menuntut perubahan perilaku masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.

Peneliti Pusat Studi Strategi Politik dan Resiliensi Pemerintahan (PSGR) Universitas Jambi, Riri Maria Fatriani, S.Sos., M.Si., menilai pemerintah kota memang telah melakukan banyak pembenahan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada respons dan kesadaran masyarakat.

Selain itu, ia menyoroti bahwa kesenjangan antara kebijakan dan perilaku warga masih menjadi hambatan utama dalam pengelolaan sampah di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki sistem persampahan. Pertama, pemerintah menutup TPS liar yang selama ini menimbulkan persoalan lingkungan. Selain itu, pemerintah juga menegakkan aturan melalui operasi penindakan terhadap pelanggaran kebersihan.

Tidak hanya itu, Pemkot Jambi juga membangun depo sampah modern dan merancang pengolahan sampah menjadi energi listrik dalam jangka panjang.

Dengan demikian, pemerintah menunjukkan perubahan pendekatan dari sekadar pengangkutan menjadi pengelolaan yang lebih terstruktur.

Lebih lanjut, Riri menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menempatkan sampah sebagai bagian penting dari tata kelola kota.

Baca Juga :  Lutung Kelabu Terjebak di Kamar Mandi, Damkar Jambi Turun Evakuasi

Jarak antara Kebijakan dan Perilaku Warga Masih Terlihat

Meskipun berbagai kebijakan sudah berjalan, Riri melihat masih ada jarak yang cukup jelas antara sistem yang dibangun pemerintah dan perilaku masyarakat di lapangan. Akibatnya, implementasi kebijakan belum berjalan optimal.

Di satu sisi, pemerintah terus memperkuat sistem. Namun di sisi lain, sebagian masyarakat masih menganggap kebersihan sebagai tanggung jawab penuh pemerintah.

Oleh karena itu, ketidakseimbangan ini menimbulkan tantangan baru dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Riri menegaskan bahwa perubahan sistem pengelolaan sampah membutuhkan proses adaptasi sosial yang tidak singkat.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa perubahan kebijakan sering memicu reaksi di masyarakat ketika tidak disertai pemahaman yang cukup.

Misalnya, penutupan TPS liar kerap menimbulkan keluhan di lapangan. Namun demikian, hal itu terjadi bukan karena penolakan terhadap kebersihan, melainkan karena kurangnya komunikasi yang efektif.

Dengan kata lain, perubahan sistem perlu diiringi edukasi yang lebih intensif dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Riri menekankan bahwa sumber utama sampah berasal dari aktivitas rumah tangga sehari-hari. Oleh sebab itu, pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa warga perlu terlibat langsung dalam proses pengurangan, pemilahan, dan pengelolaan sampah sejak dari rumah. Dengan demikian, beban sistem tidak hanya bertumpu pada pemerintah.

Baca Juga :  RSU MHA Thalib Sungai Penuh Tingkatkan Layanan Hemodialisa, Pasien Terus Bertambah

Jika masyarakat tidak berubah, maka sistem apa pun akan kembali menghadapi masalah yang sama.

Edukasi dan Komunikasi Jadi Kunci Utama

Untuk menjawab tantangan tersebut, PSGR Universitas Jambi mendorong penguatan edukasi lingkungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Tidak cukup hanya melalui sosialisasi formal, pendekatan satu arah, atau spanduk imbauan.

Sebaliknya, pemerintah perlu memperluas komunikasi publik yang melibatkan banyak elemen. RT, sekolah, tokoh agama, komunitas lingkungan, hingga kelompok masyarakat perlu ikut berperan aktif.

Selain itu, pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif karena langsung menyentuh perilaku sehari-hari warga.

Riri menegaskan bahwa pengelolaan sampah Kota Jambi hanya akan berhasil jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama. Dengan kata lain, kebijakan tidak bisa berjalan efektif tanpa dukungan sosial.

Karena itu, ia mendorong agar perubahan tidak hanya terjadi di level pemerintah, tetapi juga tumbuh di tingkat rumah tangga. Mulai dari rumah, pasar, sekolah, hingga tempat ibadah, perubahan harus berjalan konsisten.

Dengan demikian, budaya bersih dapat terbentuk secara alami di tengah masyarakat.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ziarah TMP Kota Jambi, Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Integritas Hukum
Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Lansia Tenggelam di Sungai Nalo Tantan Merangin
Azhar Hamzah Hadiri Pelantikan DPC IWAPI Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Wali Kota Sungai Penuh Lepas Delapan Pelajar Terbaik Paskibraka 2026
Bupati Monadi Sampaikan Pendapat Akhir KUA-PPAS APBD Kerinci 2027
Anak 11 Tahun Tewas Diserang Buaya di Sungai Betara Tanjab Barat
Lapas Muara Bulian dan Baznas Serahkan Rumah Layak Huni Karya Warga Binaan
Korem 042 Garuda Putih Buka Suara Kasus Penganiayaan Telanaipura
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Ziarah TMP Kota Jambi, Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Integritas Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Lansia Tenggelam di Sungai Nalo Tantan Merangin

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:12 WIB

Azhar Hamzah Hadiri Pelantikan DPC IWAPI Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Bupati Monadi Sampaikan Pendapat Akhir KUA-PPAS APBD Kerinci 2027

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Anak 11 Tahun Tewas Diserang Buaya di Sungai Betara Tanjab Barat

Berita Terbaru