Batang Hari, oegopost.id – Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Edi Purwanto, mengusulkan duplikasi Jembatan Batanghari I untuk mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas yang terus berulang di jalur strategis tersebut. Langkah ini menjadi solusi jangka panjang guna memperlancar arus kendaraan yang menghubungkan Kota Jambi dengan wilayah timur Pulau Sumatera.
Jembatan Batanghari I memegang peranan krusial sebagai akses utama menuju berbagai provinsi tetangga seperti Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh. Volume kendaraan yang terus meningkat setiap hari membuat kawasan ini sangat rentan terhadap kemacetan parah.
Kemacetan Parah Jembatan Batanghari I Mengganggu Mobilitas
Penumpukan kendaraan kerap menjadi pemandangan harian yang menghambat aktivitas masyarakat sekitar. Kepadatan lalu lintas biasanya mencapai puncaknya pada jam-jam sibuk serta selama masa liburan akhir pekan.
Edi Purwanto menilai persoalan kronis ini memerlukan penanganan komprehensif melalui pemetaan menyeluruh terhadap seluruh faktor penyebab di lapangan. Pihaknya berencana menggelar rapat kerja bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional untuk merumuskan langkah penanganan terbaik.
Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa skema pembangunan jaringan Jalan Tol Jambi–Rengat menjadi momentum tepat untuk menghadirkan jembatan baru. Integrasi antara jembatan duplikasi dan jalan tol akan memperkuat konektivitas jaringan jalan nasional di Sumatera.
Koordinasi intensif dengan pihak BPJN bertujuan mengidentifikasi akar masalah, mulai dari keterbatasan kapasitas jembatan lama hingga lonjakan arus kendaraan logistik. Pemerintah perlu menyiapkan sarana transportasi pendukung yang mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.
Integrasi Proyek Tol Jambi Rengat Menjadi Solusi
Selama ini Jembatan Batanghari I berfungsi sebagai urat nadi utama jalur darat di Provinsi Jambi. Berbagai jenis kendaraan seperti mobil pribadi, bus antarprovinsi, hingga truk angkutan barang melintasi jembatan ini setiap harinya.
Tingginya kepadatan lalu lintas pada akhirnya memicu antrean kendaraan yang sangat panjang dan mengular. Kondisi tersebut secara langsung memperlambat waktu tempuh perjalanan sekaligus membengkakkan biaya operasional para pengguna jalan.
Masyarakat setempat mendesak pemerintah agar segera merealisasikan langkah konkret di lapangan. Andi, salah seorang warga lokal, mengeluhkan kemacetan panjang yang hampir selalu terjadi pada sore hari dan akhir pekan.
Menurutnya, kemacetan di jalur vital ini mengganggu mobilitas harian warga yang hendak bepergian ke luar daerah. Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah cepat merespons kondisi mendesak ini demi kenyamanan pengguna jalan.
Dampak Buruk Kemacetan Terhadap Distribusi Logistik Sumatera
Para pengemudi angkutan barang turut merasakan dampak kerugian yang cukup besar akibat kemacetan berulang di jembatan tersebut. Durasi perjalanan yang membengkak secara otomatis meningkatkan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional armada logistik.
Hambatan pada arus distribusi barang juga berpotensi mengganggu kelancaran pasokan komoditas antardaerah di Pulau Sumatera. Oleh karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur pendukung sangat dinantikan oleh para pelaku usaha angkutan logistik.
Sinergi antara DPR RI, BPJN, dan pemerintah daerah diharapkan dapat melahirkan solusi permanen yang efektif. Rencana pembangunan duplikasi jembatan diprediksi mampu meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas lintas provinsi.
Infrastruktur transportasi yang andal pada akhirnya akan mendorong efisiensi distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran jembatan baru ini diharapkan dapat memperkokoh konektivitas antarwilayah serta memberikan kenyamanan bagi seluruh mobilitas masyarakat.(ar)









