Jambi, oegopost.id – Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi melaporkan realisasi ekspor batu bara jambi berada di angka nol pada Juni 2026. Penurunan hingga 100 persen ini menjadi pemicu utama merosotnya kinerja ekspor sektor pertambangan daerah.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, merinci total nilai pengiriman luar negeri Jambi hanya mencapai US$190,78 juta. Realisasi tersebut menunjukkan penurunan sebesar 2,02 persen bila membandingkannya dengan bulan Mei 2026 senilai US$194,72 juta.
Ekspor Batu Bara Jambi Turun Drastis Hingga Nihil
Pelemahan nilai perdagangan luar negeri ini terjadi lantaran penurunan pada komoditas pinang, kopi, teh, rempah, kayu lapis, pulp, kertas, hingga migas. Namun, komoditas minyak nabati serta karet dan produk olahannya masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif.
Data BPS mencatat nilai pengiriman batu bara yang sempat menyentuh US$2,44 juta pada Mei langsung turun drastis menjadi nol pada Juni. Kondisi ini menandai penurunan total atau 100 persen dalam kurun waktu satu bulan.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, nilai pengiriman batu bara baru mencapai US$6,08 juta. Angka ini anjlok hingga 83,03 persen daripada raihan periode sama tahun lalu yang mampu menembus US$35,85 juta.
Sektor Pertambangan Mengalami Pelemahan Akibat Ekspor Migas Menurun
Selain komoditas tambang hitam, sektor minyak dan gas bumi turut mengalami penurunan nilai pengiriman sebesar 9,64 persen. Capaian sektor migas menyusut dari US$98,45 juta pada Mei menjadi US$88,96 juta pada Juni 2026.
Penurunan drastis dua komoditas utama tersebut mendorong total ekspor sektor pertambangan merosot 11,83 persen. Nilai pengapalan komoditas pertambangan pun langsung terperosok dari US$100,89 juta menjadi tinggal US$88,96 juta.
Di tengah pelemahan sektor tambang, kelompok industri justru mampu menunjukkan performa perdagangan yang sangat menggembirakan. Sektor manufaktur melaju pesat dengan kenaikan 11,52 persen hingga berhasil membukukan nilai total US$95,52 juta.
Lima Negara Utama Menjadi Tujuan Ekspor Provinsi Jambi
Secara keseluruhan sejak Januari hingga Juni 2026, akumulasi nilai pengiriman barang Provinsi Jambi berhasil menembus US$1,02 miliar. Meski begitu, pencapaian ini sedikit terkoreksi 3,57 persen jika membandingkannya dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS mencatat sektor industri pengolahan tampil sebagai penyumbang terbesar nilai pengapalan barang Jambi dengan kontribusi mencapai 50,11 persen. Sektor pertambangan mengekor di posisi kedua dengan porsi 45,41 persen, sementara sektor pertanian menyumbang 4,49 persen.
Singapura, Jepang, Malaysia, India, dan Amerika Serikat masih memimpin sebagai lima negara tujuan utama perdagangan luar negeri Jambi. Pengiriman barang menuju negara Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Thailand bahkan terus mengalami kenaikan signifikan.(ar)









